Minggu, 18 November 2018

Kepada Jimly Asshiddiqie, Ini Pernyataan Pertama Agus Tower

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan ketua MK Jimly Asshidiqie dan Agustinus Woro alias Agus Tower, pria pemanjat tiang papan reklame setinggi 20 meter di Pasar Rebo, Jakarta Timur, 13 September 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Mantan ketua MK Jimly Asshidiqie dan Agustinus Woro alias Agus Tower, pria pemanjat tiang papan reklame setinggi 20 meter di Pasar Rebo, Jakarta Timur, 13 September 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah 40 jam berada di puncak reklame setinggi 20 meter, Agustinus Woro alias Agus Tower akhirnya bersedia turun, Kamis petang 13 September 2018. Adalah mantan ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie yang berhasil membujuknya.

    Baca:
    Jimly Asshidiqie Berhasil Turunkan Agus Tower
    Lelaki Panjat dan Corat Coret 'Homo Lesbi' di Reklame Pasar Rebo

    Setelah turun dari papan reklame dekat flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, tersebut, Agus mengatakan merasa lelah. Sebab, perbekalan yang dia bawa untuk makan dan minum telah habis. "Saya lapar," katanya saat ditanya keadaannya oleh Jimly.

    Aksi Agus, pria paruh baya asal Nusa Tenggara Timur, memanjat reklame di Jakarta itu bukan yang pertama. Dan seperti yang dilakukannya sebelumnya, sepanjang Rabu dan Kamis lalu Agus membawa serta sejumlah spanduk bernada kecaman.

    Agus membawa serta tiga spanduk bertuliskan "Anak yatim bukan anak anjing, bubarkan KPAI antek-antek asing","Jangan bunuh anak yatim dengan miras dan motor dinasmu oknum TNI", dan "Presiden, DPR, MPR, homo lesbi bencong. Selamat datang raja-raja, ratu, kepala suku Joko-Joko adat".

    Baca juga:
    Viral Pemerasan Modus Narkoba, Ini Saran LBH untuk Korban

    Selain membawa spanduk, lelaki tersebut juga mencoret dinding reklame dengan tulisan DPD, DPR, MPR, homo lesbi. Ia juga mengenakan pengikat kepala, mengibarkan bendera merah putih dengan sebatang bambu, dan berteriak-teriak.

    Kepada petugas dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur yang merayunya turun, Agus menetapkan syarat bertemu dengan Mahfud MD, Jimly Ashsiddiqie, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). “Untuk membawa saya menyelesaikan kasus besar yang sudah disembunyikan Presiden Joko Widodo,” demikian ditulis Agustinus dalam secarik kertas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.