Jakarta Selatan Dapat Rapor Merah untuk Penyerapan Anggaran

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah meluncurkan iklan anti rokok pada badan Bus Transjakarta di halaman Balai Kota, 6 Juni 2017. TEMPO/Larissa

    Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah meluncurkan iklan anti rokok pada badan Bus Transjakarta di halaman Balai Kota, 6 Juni 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris DKI Jakarta Saefullah memberikan rapor merah untuk penyerapan anggaran di pemerintah Kota Jakarta Selatan. Alasannya, sejumlah proyek pembangunan di tingkat kelurahan dan kecamatan tidak berjalan sesuai rencana. "Yang di Jakarta Selatan ini rapornya jelek sekali," kata Saefullah usai rapat di Balai Kota, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Saefullah memaparkan, ada enam proyek pembangunan yang dikerjakan pemerintah kota Jakarta Selatan, mulai dari perkantoran hingga rumah dinas. Dari enam proyek itu, hanya satu yang terealisasi. Sementara yang lima proyek mangkrak karena gagal lelang.

    Lima proyek pembangunan yang tidak berjalan itu adalah rehabilitasi total rumah dinas lurah Kalibata, pembangunan rumah dinas camat Pesanggrahan, pembangunan kantor camat Mampang Prapatan, rehabilitasi total rumah dinas camat Cilandak, dan renovasi kantor kelurahan Kuningan Timur.

    Sementara satu proyek yang berjalan adalah pembangunan kantor lurah Karet. Realisasi keuangan pembangunan itu baru 2,82 persen dari Rp 6,97 miliar atau sekitar Rp 196,9 juta.

    Dari enam proyek, pemerintah kota Jakarta Selatan baru menyerap 0,57 persen anggaran. Total anggaran sebesar Rp 34,44 miliar. "Padahal APBD kita dari Januari. Januari sudah bisa lelang," ujar Saefullah. Menurut dia, penyerapan anggaran di DKI Jakarta hingga 31 Juli 2018 baru mencapai Rp 27,41 triliun atau 36,51 persen dari target.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.