Senin, 15 Oktober 2018

Ratna Sarumpaet Minta Anies Baswedan Sponsori Perjalanan ke Cile

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet saat tiba di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ratna Sarumpaet ditangkap polisi atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks terkait berita penganiayaan terhadap dirinya. TEMPO/Amston Probel

    Aktivis Ratna Sarumpaet saat tiba di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ratna Sarumpaet ditangkap polisi atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks terkait berita penganiayaan terhadap dirinya. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus hoax Ratna Sarumpaet meminta bantuan dari Gubernur DKI Anies Baswedan untuk memfasilitasi perjalanannya ke Cile. Permohonan bantuan itu disampaikan Ratna pada 31 Januari 2018, jauh sebelum dia terlibat kasus berita bohong.  

    Baca: Sebagian Izin Reklamasi Sudah Mati Sebelum Dicabut Anies Baswedan

    Dalam suratnya kepada Anies Baswedan, Ratna mengutarakan rencananya menghadiri konferensi The 11th Women Playwrights International Conference 2018 di Santiago, Cile. Ratna diundang ikut konferensi itu karena dia merupakan anggota senior dalam kongres.

    Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Asiantoro membenarkan Pemprov DKI Jakarta mensponsori keberangkatan Ratna Sarumpaet ke Cile. Konferensi itu akan berlangsung pada tanggal 7-12 Oktober 2018 di Kota Santiago. 

    "Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa keberangkatan seniman Ratna Sarumpaet ke Cile berdasar pada permintaannya untuk menghadiri konferensi," kata Asiantoro seperti dikutip dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Aktivis Ratna Sarumpaet saat tiba di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ratna ditangkap di Bandara Soekarno Hatta saat akan pergi keluar negeri. TEMPO/Amston Probel

    Ratna Sarumpaet mengajukan permohonan sponsor kepada Anies Baswedan karena Ratna pernah menyelenggarakan acara kongres di Jakarta dan Bali bekerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta. Saat menggelar kongres itu, Ratna masih memimpin Dewan Kesenian Jakarta. 

    Baca: 5 Kejanggalan yang Ditemukan Polisi dalam Kasus Ratna Sarumpaet

    "Itu mungkin yang mendorong saya memberanikan meminta kesediaan mempertimbangkan kemungkinan Pemerintah DKI memfasilitasi kehadiran saya di Santiago, Cile," kata Ratna dalam surat itu.

    Asiantoro mengatakan Gubernur Anies Baswedan mendisposisikan surat tersebut ke Bidang Nilai Sejarah dan Budaya. Kemudian ditindaklanjuti dengan membuat nota dinas ke Biro Administrasi Sekretariat Daerah (ASD) dikarenakan biaya perjalanan dinas merupakan tupoksi Biro ASD.

    “Dinas melakukan pengaturan perjalanan Ratna Sarumpaet sekaligus membantu berkoordinasi dengan pihak panitia Woman Playwrights International,” kata dia.

    Namun Ratna Sarumpaet tak bisa hadir dalam konferensi yang diikuti para perempuan penulis drama itu karena ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara Soekarno Hatta pada Kamis malam, 4 Oktober 2018.

    Baca: Ratna Sarumpaet Pegang Dua Tiket Pesawat sebelum Ditangkap

    Ratna Sarumpaet ditangkap karena telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoax atau berita bohong. Ia diketahui akan pergi ke Santiago, Cile saat ditangkap oleh polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Citra serta Jurus Kampanye Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

    Berlaga sebagai orang kedua, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melancarkan berbagai jurus kampanye, memerak citra mereka, dan menyambangi banyak kalangan.