Rabu, 24 Oktober 2018

Bau Menyengat Misterius, Ini Langkah Pemkot Tangerang Selatan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mengenakan masker/pencemaran udara. REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi mengenakan masker/pencemaran udara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan Uci Sanusi mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui adanya bau menyengat misterius yang keluar dari dalam tanah di Ceger Pondok Aren.

    "Belum saya belum tau soal itu, terima kasih infonya nanti kita cek ke lokasi, bisa juga coba ditanyakan ke Dinas Lingkungan Hidup," kata Uci soal bau aneh yang mendadak tersebut saat dihubungi, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Baca : Bau Menyengat Misterius Keluar dari Dalam Tanah di Pondok Aren

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan Toto Sudarto mengatakan bahwa pihaknya juga baru tahu bahwa ada asap tipis dan bau menyengat yang keluar dari dalam tanah di Ceger, Pondok Aren.

    "Ya coba nanti kita cek apa penyebabnya, bareng- bareng sama dinas terkait juga, saya minta alamatnya, ya biar bisa di cek ke lokasi," imbuhnya.

    Sebelumnya bau menyengat dan asap tipis keluar dari dalam tanah di Jalan Pesantren Rt 01 Rw 003, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, bau menyengat tersebut sudah tiga hari keluar dari dalam tanah.

    "Awalnya seminggu lalu keluar asap mencurigakan dari dalam tanah di belakang rumah saya, kemudian baru tiga hari ini keluar bau menyengat dari tempat keluarnya asap itu," kata salah seorang warga, Arini, 32 tahun

    Simak :
    Nasib Ganjil Genap Diperluas Pekan Depan, Anies Ingin Ubah Kebiasaan Warga DKI

    Setelah muncul asap tipis dan bau menyengat tersebut, warga penasaran ada apa di bawah tanah itu kemudian digali sekitar 20 sentimeter. Dari dalam lubang yang digali warga terlihat batu dan tanah yang menghitam seperti terbakar, sementara di lubang yang di gali warga tersebut mengeluarkan asap tipis tidak terlalu tebal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.