BKSDA Hentikan Sementara Pencarian Buaya di Jembatan Mangga Dua Square

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buaya. wikipedia.org

    Ilustrasi buaya. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta –  Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta Ida Herwati mengatakan pencarian buaya yang pernah terlihat di jembatan Mangga Dua Square, Jakarta Utara dihentikan sementara.

    Ida menjelaskan, alasan pertama penghentian pencarian buaya karena lokasi sungai yang dalam yakni dua meter air dan satu meter lumpur, serta memiliki lebar 30 meter.

    Baca juga: Buaya Lagi di Sungai Jakarta, Sekarang Dekat Mal Mangga Dua

    "Posisi buaya berada di bawah jembatan sehingga gerak petugas terbatas, karena permukaan air cukup tinggi sehingga harus menunduk di bawah jembatan," kata Ida kepada Tempo, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Alasan kedua, ujar Ida, karena peralatan yang tidak mencukupi. Dia mengatakan, BKSDA tidak memiliki sampan atau perahu karet. Sementara jaring sepanjang 30 meter yang dipasang dinilai tidak bisa mengcover seluruh wilayah pergerakan buaya.

    Sebelumnya, penampakan buaya di daerah itu terlihat pada Senin lalu. Menurut Ida, buaya yang dilihat petugas berjumlah dua ekor dan tergolong masih kecil, berukuran dibawah satu meter. Ida mengatakan petugas BKSDA telah melakukan pemantauan dari Senin hingga Kamis malam.

    Ida berujar, metode yang sudah dicoba adalah memancing buaya menggunakan daging ayam, memasang jaring dan memasang umpan pada jaring. "Tapi belum membuahkan hasil,"  katanya.

    Simak juga: Gagal Tangkap Buaya di Kali Grogol, Tim BKSDA Kelelahan

    Mengenai masalah keamanan, Ida berujar BKSDA telah memasang turap sehingga akses warga ke sungai dan akses buaya ke daratan terbatas. Dia menuturkan, BKSDA juga telah berkoordinasi dengan Kelurahan Pademangan Barat, PPSU, dan UPK Badan Air serta warga sekitar tentang keberadaan buaya.

    "Melalui pengurus masjid setempat telah dititipkan informasi agar masyarakat terutama anak-anak berhati-hati jika bermain di sekitar sungai," katanya menjelaskan soal buaya di Mangga Dua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.