Polres Bogor Temukan Ladang Ganja di Puncak

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rilis pengungkapan ladang ganja dan hasil lainnya dari operasi anti narkoba di Markas Polres Bogor, Jumat 30 November 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    Rilis pengungkapan ladang ganja dan hasil lainnya dari operasi anti narkoba di Markas Polres Bogor, Jumat 30 November 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Bogor – Polisi menemukan ladang ganja seluas 300 meter persegi di lahan milik Perhutani di Tugu Selatan, Cisarua, Puncak, Bogor. Sebanyak tiga batang pohon dan tujuh kecambah lalu disita sebagai bukti temuan tersebut.

    Baca juga:
    Pakai Ganja, Pesinetron Claudio Martinez Ditangkap Polisi

    Kasat Narkoba Polres Bogor, Ajun Komisaris Andri Alam, mengatakan, ladang ganja itu ditemukan dalam Operasi Lodaya 2018. Operasi kepolisian anti narkotiba itu dilaksanakan, 23 November - 2 Desember 2018.

    “Ladang ganja tersebut ditemukan setelah adanya informasi masyarakat yang curiga,” kata Andri di Mapolres Bogor, Jumat 30 November 2018.

    Baca juga:
    Narkoba Sasar Pelajar Bogor dan Depok, Pengakuan 5 Bos Pengedar

    Penyelidikan polisi lalu mengungkap ladang ganja yang masih berusia kecambah. Ladang tanaman itu diselingi dengan tanaman hias diduga agar tidak mencolok. “Kami turut mengamankan HAR (47) dan A (29) yang diduga mengelola lahan tersebut secara illegal di kawasan Perhutani,” kata Andri.

    Andri mengatakan masih melakukan pemeriksaan terkait temuan itu. Berdasarkan pengakuan yang sudah didapat, para tersangka baru pertama kali menanam tanaman ganja.

    Baca juga:
    Mahasiswa Ini Edarkan 20 Kilogram Ganja dalam 8 Bulan di Kampus 

    "Tersangka merupakan warga setempat, dan menurut pengakuan mereka masih coba-coba  (menanam ganja),” kata Andri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.