Dana Pensiun Pertamina, Edward Soeryadjaya Dituntut 18 Tahun

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edward Soeryadjaya. Dok.TEMPO/Seto Wardhana.

    Edward Soeryadjaya. Dok.TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Edward Soeryadjaya dituntut 18 tahun penjara  dalam kasus korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 3 Desember 2018.

    Baca: Dilaporkan Lagi ke Polisi Kasus Perusahaan Edward Soeryadjaya, Sandiaga: Kalau Musim Politik Begitu

    Jaksa menilai terdakwa Edward Soeryadjaya terbukti bersalah dalam mengatur transaksi jual-beli saham pada pengelola dana pensiun melalui investasi saham PT Sugih Energy (Sugi).

    JPU menyebut terdakwa Edward Soeryadjaya melanggar Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP yang ancaman hukumannya 18 tahun penjara.

    Jaksa juga menyatakan terdakwa Edward Soeryadjaya tidak mengkaji yang mendalam terlebih dahulu saat memutuskan transaksi jual-beli saham dana pensiun Pertamina Sehingga transaksi tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp599,4 miliar.

    Pada sidang agenda tuntutan itu sempat terjadi debat saat kuasa hukum terdakwa Bambang Hartono meninggalkan ruang persidangan dan pengacara senior Yusril Izha Mahendra masuk tim pembela Edward Soeryadjaya.

    Keduanya sempat meninggalkan persidangan. Namun, akhirnya mereka masuk kembali ke ruang sidang guna mengikuti jalannya sidang tuntutan.

    Pengusaha Edward Soeryadjaya terjerat kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) pada tahun anggaran 2014 s.d. 2015 pada penempatan investasi saham PT Sugih Energy.

    Pada tahun 2014, Edward Soeryadjaya yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk. (SUGI) berkenalan dengan Muhammad Helmi Kamal Lubis. Perkenalan tersebut dimaksudkan untuk meminta agar Dana Pensiun Pertamina membeli saham SUGI.

    Baca: Dituduh Palsukan Sertifikat Perusahaan Edward Soeryadjaya, Sandiaga Uno Dilaporkan ke Polisi

    Selanjutnya, pada bulan Desember 2014 hingga September 2015, Helmi diduga menginisiasi dan membeli saham SUGI dengan total Rp 2 miliar lembar saham senilai Rp 601 miliar melalui PT Millennium Danatama Sekuritas.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.