Disambar Petir, KRL Mogok di Lintasan Kebayoran - Pondokranji

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mendung di Jakarta. Dok.TEMPO

    Ilustrasi mendung di Jakarta. Dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Gangguan listrik aliran atas (LAA) terjadi pada kereta rel listrik (KRL) Commuter Line lintas Serpong pada pukul 15.57 WIB, Selasa, 11 Desember 2018. Gangguan itu mengakibatkan kereta berhenti di antara Kebayoran - Pondokranji.

    Baca:
    KRL Dicek di Bekasi, Macetnya Sampai Stasiun Manggarai 

    "Gangguan itu dampak cuaca buruk di sekitar lokasi. Indikasi kabel LAA terputus karena terkena petir," ujar VP Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa dalam keterangan tertulisnya.

    Eva menjelaskan hingga saat ini LAA pada jalur tersebut belum dapat dihidupkan. Tim prasarana PT KAI Daop 1 Jakarta tengah melakukan perbaikan di jalur itu. Menurut keterangan Eva, selama perbaikan berlangsung perjalanan KRL hanya dapat dilayani oleh satu jalur secara bergantian.

    Akibat terganggunya LAA itu, KRL harus berhenti di tengah lintasan. Dalam video yang viral di media sosial Instagram, terlihat para penumpang keluar dari kereta dengan dibantu petugas keamanan.

    Baca juga:
    KRL Anjlok di Cisauk, Lintasan Tanah Abang-Maja Terganggu

    Eva menyampaikan pihaknya memohon maaf atas gangguan perjalanan itu. Ia mengimbau bagi penumpang yang saat ini di stasiun dan tidak dapat menunggu, disarankan menggunakan moda transportasi lain. Sedangkan bagi pengguna jasa yang telah melakukan transaksi tiket pembatalan perjalanan dapat dilakukan pada loket stasiun terdekat.

    Bagi pengguna jasa yang tetap memilih untuk menggunakan KRL diimbau agar tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan serta mengikuti arahan petugas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.