Mulai 2020, Sampah Tangsel akan Dibuang ke TPPAS Nambo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemulung melintas di atas tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 28 September 2018. Sejak dikelola PT Sumber Organik pada 2012, TPA Benowo dapat menghasilkan energi listrik sebesar 2 megawatt. ANTARA FOTO/Zabur Karuru.

    Pemulung melintas di atas tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 28 September 2018. Sejak dikelola PT Sumber Organik pada 2012, TPA Benowo dapat menghasilkan energi listrik sebesar 2 megawatt. ANTARA FOTO/Zabur Karuru.

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengatakan bahwa volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan mencapai 300 ton perhari. Diperkirakan TPA tersebut akan penuh dua tahun lagi.

    "Setiap hari 300 ton, dikali selama satu tahun, jadi 100 ribuan ton sampah pada tahun 2018, angka itu stabil dari tahun sebelumnya," kata Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan Wismansyah, Kamis, 3 Januari 2019.

    Baca: TPA Sampah Cipayung Jorok, Wali Kota Depok Salahkan TPA Nambo

    Menurut Wismansyah, karena tidak ada peningkatan sampah, maka pihaknya juga tidak menambahkan armada pengangkut sampah di Kota Tangerang Selatan. Namun Tangsel akan mulai membuang sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah atau TPPAS Nambo. "TPA Cipeucang masih menampung sampai tahun 2020, setelah itu kita sudah bekerjasama dengan Kabupaten Bogor di TPA Nambo, kita Jabodetabekjur sudah kerja sama disana," kata Wismansyah.

    Kerjasama itu, kata Wismansyah, berlaku selama 20 tahun. Maka sejak pertengahan tahun 2020 sampai tahun 2040, Kota Tangerang Selatan akan membuang sampah ke TPA Nambo.

    Baca: TPPAS Nambo Diklaim Pelopor Pengolahan Sampah Moderen

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan perjanjian kerjasama atau MoU soal pembuangan sampah itu sudah ditandatangani antara Wali Kota dengan Gubernur Jawa Barat. "Yang sekarang sedang dalam tahap pembangunan konstruksi di Nambo-nya. Secara teknis nanti akan di bahas oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar mengenai teknis lainnya," ujarnya.

    Dalam MoU, kata Benyamin, tidak menyebutkan volume buangan sampah ke TPPAS Nambo. Menurut dia, persoalan tersebut kemungkinan akan diatur dalam perjanjian kerja sama. "Termasuk tipping fee-nya nanti akan di sebutkan dalam perjanjian kerja sama setelah di bahas secara teknis oleh kedua dinas tersebut," ujarnya. Ia memperkirakan Tangsel akan membuang sampah 300 ton perhari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?