Berkas Lengkap, Bahar bin Smith Tetap Ditahan di Polda Jabar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bahar bin Smith (tengah) menjalani pemeriksaan perdana di Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Bandung, Selasa, 18 Desember 2018. Tindakan kekerasan terhadap orang lain itu terjadi pada Sabtu, 1 Desember di Bogor. TEMPO/Prima Mulia

    Bahar bin Smith (tengah) menjalani pemeriksaan perdana di Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Bandung, Selasa, 18 Desember 2018. Tindakan kekerasan terhadap orang lain itu terjadi pada Sabtu, 1 Desember di Bogor. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bogor – Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong Bambang Hartoto mengatakan alasan pihaknya melakukan penahanan Bahar bin Smith di Mapolda Jawa Barat adalah guna memudahkan koordinasi alih-alih alasan keamanan.

    “Kami memutuskan untuk melanjutkan penahanan yang dilakukan oleh penyidik untuk memudahkan koordinasi antara penyidik dengan penuntut umum,” kata Bambang di Kantor Kejari Cibinong, Senin, 4 Februari 2019.

    Baca: Polisi serahkan Bahar bin Smith ke Kejaksaan

    Bambang mengatakan saat ini baik tersangka maupun barang bukti sudah diterima oleh pihak kejaksaan untuk selanjutnya dijadwalkan proses persidangan. "Seluruhnya, baik tersangka dan barang bukti sudah diperiksa oleh Jaksa Penuntut Umum dan telah kami terima,” kata dia.

    Menurut Bambang, sidang rencananya akan dilakukan di Pengadilan Negeri Bandung. “Sembari kita menunggu arahan dari Mahkamah Agung terkait apakah bisa dipindahkan ke PN Bogor atau akan terus dilakukan disana,” ujarnya.

    Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kepolisian Resor Bogor sebelumnya menyatakan berkas kasus penganiayaan Bahar bin Smith telah lengkap atau P21 dan dilakukan pelimpahan tahap dua dari kepolisian kepada kejaksaan pada Senin, 4 Februari 2019 sekitar pukul 11.00.

    Baca: Tersenyum, Bahar bin Smith Ucapkan Satu Kata Ini

    Bahar bin Smith dilaporkan ke Polres Bogor terkait dugaan kekerasan terhadap dua remaja berinisial MHU, 17 tahun dan JA (18) di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bogor tertanggal 5 Desember 2018. Adapun Bahar dijerat dengan Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat 2, Pasal 333 ayat 2 dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 9 tahun penjara.

    Selain Bahar bin Smith, pihak kepolisian menahan Habib Agil bin Yahya dan Muhammad Abdul Basit yang turut serta dalam kasus tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.