Perombakan Pejabat DKI Disebut Dendam Politik, Anies: Imajinasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, Wagub DKI Jakarta Sandiaga Alahudin Uno berpose sebelum melakukan Coffe morning di rumah Ketua DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta, 6 November 2017. Coffe Morning ini diadakan dalam rangka silahturahmi. Tempo/Ilham Fikri

    (ki-ka) Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, Wagub DKI Jakarta Sandiaga Alahudin Uno berpose sebelum melakukan Coffe morning di rumah Ketua DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta, 6 November 2017. Coffe Morning ini diadakan dalam rangka silahturahmi. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi komentar Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi soal tudingan dendam politik dalam perombakan pejabat DKI. Anies mempersilakan Prasetio untuk berimajinasi.

    Baca: Penurunan Jabatan Oleh Anies, Ketua DPRD: Jadi Masalah Baru

    "Ya imajinasi orang boleh-boleh saja ya. Kita tidak bisa melarang pemikiran orang," kata Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Februari 2019.

    Anies melanjutkan, setelah enam bulan menjabat, gubernur memiliki wewenang untuk merotasi atau mutasi pejabat DKI. Menurut dia, rotasi dilakukan atas pertimbangan kinerja pegawai negeri sipil (PNS) dalam 1,5 tahun terakhir.

    Artinya perombakan itu tak berkaitan dengan Pilkada DKI 2017, apalagi dendam politik. "Kalau misalnya itu urusannya pilkada, saat itulah (perombakan)," ujar dia.

    Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Prasetio menilai ada yang janggal dari penurunan jabatan atau demosi pejabat eselon II hingga lurah dan camat yang dilakukan oleh Anies.

    Baca: Heboh Kasus Sertifikat Gratis Jokowi, Anies Mutasi Lurah Jumadi

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menilai, pemimpin yang telah bekerja baik justru dicopot dan demosi karena perasaan suka dan tak suka (like and dislike) Gubernur Anies. Padahal, lurah dan camat sudah bekerja dan bersikap baik. "Jangan ada dendam politik lah. Pilkada sudah selesai," ucap Prasetio.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.