Cuaca Jakarta Hari Ini, BMKG: Waspadai Hujan dan Petir Siang Hari

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuaca di Jakarta, TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ilustrasi cuaca di Jakarta, TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi sebagian besar wilayah DKI Jakarta akan cerah berawan sepanjang hari ini, Rabu, 10 April 2019. Namun pada siang dan sore hari sejumlah kawasan DKI Jakarta akan diguyur hujan.

    BMKG pun telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai petir dan angin kencang untuk wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur .

    Baca: BMKG: April Peralihan Hujan ke Kemarau, Ramadan Jakarta Panas

    "Peringatan dini, waspadai potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang dan sore hari," tulis BMKG dalam laman resminya.

    BMKG memprediksi untuk wilayah Jakarta lainnya, yaitu Jakarta Pusat, Barat, Utara serta Kepulauan Seribu akan cerah berawan dari pagi hingga malam hari. Kondisi langit tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga dini hari di seluruh wilayah Jakarta.

    Baca: Musim Transisi, BMKG: Cuaca Ekstrem di Bogor Tembus Akhir April

    Sedangkan untuk kawasan empat kota penyangga Ibu Kota, yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, diramalkan cerah berawan pada pagi hari. Pada siang hari kawasan tersebut merata akan diguyur hujan. Untuk wilayah Bekasi dan Tangerang hujan diprediksi akan berlanjut hingga malam hari.

    Kepala Bidang Analisis dan Informasi BMKG, Adi Ripaldi sebeumnya mengatakan bulan April 2019 masih dalam masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau. Karena itu, kata dia, hujan masih sering turun. BMKG menuliskan rata-rata suhu udara Ibu Kota hari ini antara 24-32 derajat celcius. Sedangkan untuk tingkat kelembaban, diperkirakan antara 70-100 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.