Dugaan Politik Uang di Posko Ketua Gerindra DKI, Ini Pesan Anies

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Indroos seusai Apel Siaga Penyelenggara Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Ahad, 14 April 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Indroos seusai Apel Siaga Penyelenggara Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Ahad, 14 April 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta setiap calon anggota legislatif atau caleg menghormati rakyat dengan tidak menghargai suaranya dengan uang. Anies mengatakan itu menanggapi dugaan politik uang yang ditemukan Bawaslu di rumah sekaligus posko pemenangan Ketua Gerindra Jakarta Muhammad Taufik.

    Baca:
    Bawaslu Sita Amplop Isi Uang dari Rumah Ketua Gerindra Jakarta

    Anies menyatakan telah mendengar informasi itu dan meminta agar para caleg menghargai rakyat dengan tidak memberikan uang. "Intinya hormati rakyat dengan tidak menghargai suara rakyat pakai rupiah karena satu suara itu tidak ternilai harganya," kata Anies di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu, Selasa 16 April 2019.

    Menurut Anies, nilai surat suara menjadi turun ketika diganti dengan uang. Praktik seperti itu, disebutnya sama saja dengan tidak menghormati rakyat. "Kalau hormati rakyat maka jangan lakukan," ujar dia mengulangi.

    Ketua DPD Partai Gerindra M Taufik (kanan) dan kuasa hukumnya, Yupen Hadi, dalam konferensi pers tentang penangkapan anak buah Taufik, Charles Lubis oleh Kepolisian Resor Jakarta Utara. Konferensi pers digelar di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandiaga, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 16 April 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Sebelumnya, Bawaslu DKI membenarkan penangkapan dan penyitaan barang bukti terkait dugaan politik uang di rumah Taufik. Penangkapan dilakukan atas seseorang berinisial CL pada Senin petang dan sedang diselidiki dugaan politik uang itu.

    Baca berita sebelumnya:
    Politik Uang di Rumah Ketua Gerindra Jakarta? Ini Kata Bawaslu

    Hasil pemeriksaan sementara disebutkan kalau sejumlah amplop berisi uang diaku sebagai honor saksi di TPS nanti. "Nanti setelah di registrasi setelah diplenokan, dilakukan proses penyelidikan klarifikasi, apakah benar barang bukti ini adalah untuk saksi," kata anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Puadi.

    Seperti diketahui Taufik yang mendaftar kembali sebagai caleg dari Gerindra di Daerah Pemilihan Jakarta 3 adalah kini Wakil Ketua DPRD DKI. Dia beberapa kali membela kebijakan Anies di DPRD DKI. Gerindra adalah satu di antara partai pendukung Anies saat Pilkada DKI 2017 lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.