Hadiri Inagurasi Bima Arya, Anies Singgung Kerja Sama soal Banjir

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu Wali Kota Bogor Bima Arya membahas penanganan banjir dan kemacetan Jabodetabek di Balai Kota Bogor, Senin, 12 Februari 2018. Tempo/Irsyan Hasyim

    Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu Wali Kota Bogor Bima Arya membahas penanganan banjir dan kemacetan Jabodetabek di Balai Kota Bogor, Senin, 12 Februari 2018. Tempo/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Bogor - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung soal kerja sama pemerintah DKI Jakarta terkait pengendalian banjir dengan Pemerintah Kota Bogor saat menghadiri inagurasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor periode 2019-2024 Bima Arya dan Dedie A Rachim di Balai Kota Bogor, Ahad, 21 April 2019.

    "Insya Allah hubungannya akan terus baik, termasuk kerja sama-kerja sama yang ada. Detilnya akan kita bicarakan lebih jauh dalam forum Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (PKSP)," kata Anies.

    Baca: Wali Kota Bogor Bima Arya Dilantik, Begini Pekerjaan Pertamanya

    Tahun lalu, Pemerintah DKI Jakarta memberikan dana hibah sebesar Rp 10 miliar kepada Pemerintah Kota Bogor untuk pengendalian banjir di ibu kota dengan membangun sumur resapan di Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Dana hibah ini memang pertama kali diterima Pemkot Bogor setelah terakhir kali pada tahun 2015.

    Anies juga mengucapkan selamat kepada Bima Arya dan Dedie A Rachim yang akan memimpin Kota Bogor selama lima tahun ke depan. Ia mengaku kenal dekat dengan keduanya.

    "Hubungan kita sudah lama sekali jauh sebelum bertugas di pemerintahan. Dengan kang Dedie dari zaman kuliah sama-sama di Jogja. Dengan Kang Bima sama-sama dosen di Universitas Paramadina," kata dia.

    Baca: Bogor Hanya Dapat Rp 13 Miliar Dana Hibah dari DKI

    Sementara itu, dalam pidato pertamanya sebagai wali kota terpilih, Bima Arya meminta Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden ikut membangun Kota Bogor.

    "Pembangunan infrastruktur akan diusahakan bukan saja oleh APBD Kota Bogor. Tapi dibantu oleh Provinsi DKI Jakarta, oleh Gubernur Jawa Barat, dan oleh presiden siapa pun yang terpilih nanti. Harus memberikan atensi kepada Kota Bogor, karena di sini ada Istana Bogor," kata Bima Arya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.