Massa Demo di Bawaslu Bubar, Jalan Thamrin Kembali Dibuka

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa pendukung Prabowo-Sandi menahan bus Transjakarta dan memintanya mundur karena menghalangi kerumunan yang tengah berorasi di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Massa pendukung Prabowo-Sandi menahan bus Transjakarta dan memintanya mundur karena menghalangi kerumunan yang tengah berorasi di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Massa Persaudaraan Alumni 212, GNPF Ulama hingga FPI mulai membubarkan diri dari depan Gedung Bawaslu RI di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka berunjuk rasa mendampingi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2019.

    Baca:
    Demo di Bawaslu, Bus Transjakarta Berbagai Rute Terjebak Macet

    Sepanjang unjuk rasa mereka mendengarkan orasi di antaranya dari Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak, penggiat PA 212 Neno Warisman, dan anggota dari tim BPN Prabowo-sandi. Sebelum bubar meninggalkan kawasan Sarinah itu, massa berdoa bersama. 

    "Ayo bapak, ibu, kita kembali ke rumah masing-masing dengan tertib," ujar seorang orator dari mobil komando di depan Gedung Bawaslu, Jumat sore 10 Mei 2019

    Massa lumer. Ada yang menumpang kendaraan pribadi atau kelompok, ada pula yang memenuhi halte Transjakarta. "Massa telah bubar dengan tertib," ujar Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Hary Hermawan di lokasi. 

    Baca:
    Laporkan 70 Ribu Kecurangan Pemilu, Neno Warisman: Sudah Kasat Mata

    Hary menyebutkan ruas Jalan MH Thamrin menuju Monas yang sebelumnya ditutup juga sudah kembali di buka. Termasuk busway Transjakarta yang sebelumnya ikut ditutup paksa massa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.