Pemilik Kendaraan Keluhkan Keamanan Park and Ride MRT Lebak Bulus

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lahan park and ride Stasiun MRT Lebak Bulus masih bergelombang dan belum diaspal, Jumat, 12 Juli 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    Lahan park and ride Stasiun MRT Lebak Bulus masih bergelombang dan belum diaspal, Jumat, 12 Juli 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengguna park and ride MRT Stasiun Lebak Bulus mengeluhkan keamanan dan kondisi lahan parkir tersebut. Mahasiswa semester 6 Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka, Mutiara, salah satunya.

    Perempuan berusia 21 tahun itu menilai keamanan dan kebersihan lahan park and ride tidak terjaga dengan baik. Ia telah dua pekan terakhir memarkirkan motornya di lahan parkir tersebut.

    Baca: Park and Ride Bakal Dibangun di 5 Titik Perbatasan DKI

    "Keamanannya kurang. Lubang kunci motor saya pernah dicongkel orang," kata Mutiara saat ditemui di lahan park and ride MRT Lebak Bulus, Jumat, 12 Juli 2019.

    Mutiara mengatakan hampir seluruh lahan parkir di park and ride juga belum diaspal. Apabila hujan lahan parkir tersebut sebagian tergenang.

    Selain itu, di dalam area parkir terdapat kamar mandi berbayar yang terlihat tidak terawat. Bahkan, di samping kamar mandi tersebut terdapat kandang ayam. "Semrawut. Harusnya dirapihkan," kata Mutiara.

    Menurut Mutiara, untuk tarif parkir yang dikenakan memang relatif murah, yakni Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu mobil. Namun ia berharap lahan parkir bisa diperbaiki agar penggunanya lebih nyaman. "Kalau hujan becek di sini. Saya berharap bisa dibeton," ujarnya.

    Baca: DKI Belum Sediakan Shuttle Bus di Park And Ride MRT Lebak Bulus

    Aditya Gunawan, 33 tahun, karyawan swasta yang sejak Maret lalu memarkirkan motornya di park and ride MRT Lebak Bulus juga menuturkan hal senada. Menurut dia, perlu ada perbaikan total di seluruh lahan parkir yang dikelola pemerintah itu. "Keberadaannya sudah sangat membantu. Cuma kondisinya memang kurang nyaman," kata dia.

    Menurut Aditya, hamparan parkir yang masih bergelombang dan diselimuti pasir serta krikil berpotensi membahayakan pengguna motor. Sebab, motor mudah tergelincir dan mempercepat rusak ban kendaraan. "Kalau diaspal atau dibeton bisa lebih nyaman," ujarnya.

    Toilet berbayar di dalam park and ride Stasiun MRT Lebak Bulus bersebelahan dengan kandang ayam, Jumat, 12 Juli 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    Selain itu, Aditya menyarankan agar pengelola memasang batas parkir yang jelas agar pemilik motor tidak asal parkir sembarangan. "Sekarang sudah ada pembatas parkirnya. Tapi dari tali plastik. Itu pun hanya ada di lokasi parkir motor," kata dia.

    Sedangkan, pemilik mobil yang parkir di park and ride, Adi Kriswanto, mengatakan jarak antara lahan parkir sangat jauh untuk menuju Stasiun MRT Lebak Bulus. "Setiap kerja saya parkiran mobil di sini. Sangat terasa panas jalan cukup jauh ke stasiun. Dan kalau hujan lebih sulit lagi," kata dia.

    Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen atau YLKI menilai pengelolaan park and ride Stasiun MRT Lebak Bulus masih semrawut. "Masih dikelola seadanya. Tak ada unsur kenyamanan dan rasa aman bagi konsumen, walau bayar Rp 5 ribu (untuk mobil)," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 11 Juli 2019.

    Tulus melihat pengelolaan park and ride belum baik. Hal itu terlihat dari kesan kumuh. Bahkan, di dalam park and ride dijadikan tepat jualan dan ada toilet berbayar yang dikelola seadanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.