Kurangi Sampah, Kedai di Tangerang Ikut Sedekah Ampas Kopi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan mengolah sampah organik di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Babakan Sari, Bandung, 20 Maret 2018. Sebanyak satu ton sampah organik dari delapan TPST di Kota Bandung dapat menghasilkan 238 karung pupuk kompos dan mengurangi sampah organik ke TPA sekitar 336,5 meter kubik per hari. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Petugas Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan mengolah sampah organik di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Babakan Sari, Bandung, 20 Maret 2018. Sebanyak satu ton sampah organik dari delapan TPST di Kota Bandung dapat menghasilkan 238 karung pupuk kompos dan mengurangi sampah organik ke TPA sekitar 336,5 meter kubik per hari. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Tangerang - Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang menginisiasi program Sedekah Ampas Kopi bagi kedai-kedai kopi di wilayah tersebut. Sampah ampas yang dikumpulkan kemudian akan diolah menjadi pupuk.

    Kepala Seksi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Dika Agus Hermaji mengatakan program tersebut mendapat sambutan baik dari para pengusaha kedai kopi. Program itu sendiri sudah mulai disosialisasikan sejak awal 2019.

    Baca: Jurus Dinas LH Bogor Atasi Banyak Warga Buang Sampah Sembarangan

    "Sampai saat ini terdapat 38 kedai yang rutin menyumbangkan ampas kopi pada pagi dan sore hari. Sedekah ampas kopi bisa langsung diantar atau dijemput tim DLH," kata Dika di Tangerang, Ahad, 14 Juli 2019.

    Dari 38 kedai kopi tersebut, menurut Dika, telah terkumpul sebanyak 1.045,8 kilogram ampas kopi yang kemudian diolah menjadi pupuk organik. "Ampas kopi akan digunakan untuk pupuk organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan tanaman," ujarnya.

    Dika menjelaskan ampas kopi mengandung nitrogen, potasium, dan fosfor yang bisa menyuburkan tanah. Selain melaui program ini, dinas mengajak warga Tangerang untuk mengolah ampas kopi menjadi kompos dalam upaya mengurangi timbunan sampah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.