Ratna Sarumpaet Ulang Tahun, Keluarga Bawa Tumpeng ke Rutan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atiqah Hasiholan saat hendak menjenguk ibunya, Ratna Sarumpet, di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Selasa, 16 Juli 2019. TEMPO/Adam Prireza

    Atiqah Hasiholan saat hendak menjenguk ibunya, Ratna Sarumpet, di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Selasa, 16 Juli 2019. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada hari ulang tahun ke-70, Ratna Sarumpaet, terdakwa kasus penyebaran kabar bohong alias hoax, mendapat kunjungan dari keluarganya di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Selasa, 16 Juli 2019. Hal itu diungkap oleh putri Ratna, Atiqah Hasiholan.

    Menurut Atiqah, keluarga membawakan tumpeng serta kue ulang tahun untuk Ratna. Tumpeng dan kue itu langsung dibawa masuk ke dalam rutan oleh asisten Ratna. “Bawa tumpengan biasa saja. Kakak saya bawa kue ulang tahun,” kata Atiqah di Rutan Polda Metro Jaya.

    Menurut pantauan Tempo, Atiqah dan kakaknya, Fathom Saulina tiba di rutan sekitar pukul 15.20. Menurut Atiqah, tumpeng dan kue ulang tahun yang dibawa rencananya akan dibagikan kepada polisi yang bertugas di dalam rutan.

    Atiqah juga menyebut anggota keluarga lainnya akan datang menyusul, termasuk suaminya, Rio Dewanto. “Nanti dia menyusul,” kata dia. Aktris itu mengatakan kalau tak ada kado spesial yang dibawa oleh keluarga untuk Ratna.

    Ratna Sarumpaet saat ini berstatus tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang dititipkan di Rutan Polda Metro Jaya. Pada persidangan Kamis, 11 Juli 2019, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hakim memvonis Ratna bersalah dengan hukuman dua tahun penjara.

    Majelis hakim meyakini Ratna Sarumpaet melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang mengedarkan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat. Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya, yaitu 6 tahun penjara. Ratna menyatakan tak akan banding, sedangkan jaksa masih pikir-pikir.

    Hakim menyatakan Ratna Sarumpaet terbukti telah menyiarkan berita bohong terkait pengeroyokan yang menyebabkan lebam di wajahnya--belakangan diketahui hasil operasi plastik. Majelis hakim juga meyakini bahwa unsur keonaran di tengah masyarakat oleh berita bohong Ratna Sarumpaet terpenuhi. Hoax Ratna terjadi di tengah kampanye Pilpres dan Ratna terlibat dalam tim pemenangan kubu capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.