Plesiran Idrus Marham, Ombudsman: Keluar Rutan Masih Diborgol

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham (kedua kanan) meninggalkan ruangan seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa, 23 April 2019. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham (kedua kanan) meninggalkan ruangan seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa, 23 April 2019. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Ombudsman Jakarta Raya menyebutkan tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi Idrus Marham keluar dari rutan KPK dalam keadaan terborgol dan memakai baju tahanan saat izin berobat

    "Saat keluar rutan sama dengan tahanan lainnya pakai baju tahanan dan terborgol," ujar anggota Ombudsman Jakarta, Indra Wahyu Bintoro di kantornya Selasa 16 Juli 2019. Namun baju tahanan serta borgol tersebut dilepas di mobil sebelum Idrus Marham tiba di Rumah Sakit MMC tempat dia menjalani pemeriksaan kesehatan.

    Indra mengatakan dari temuan Ombudsman dan rekaman CCTV rumah sakit tampak Indrus tidak memakai baju tahanan dan borgol ketika memasuki rumah sakit.

    Kepala Ombusdman perwakilan DKI Jakarta Teguh P Nugroho menyebutkan kondisi Idrus itu berlangsung selama berada di rumah sakit. Dalam cuplikan CCTV Idrus tampak menggunakan baju biru dongker serta jeans, terpidana kasus korupsi PLTU Riau itu tak seperti tahanan.

    Selain itu, kata Teguh pengawal tahanan KPK berada jauh dari Idrus. "Seperti tidak sedang dikawal," ujarnya.

    Kata Teguh, Idrus juga mendapatkan perlakuan lainnya yaitu menggunakan telepon genggam saat berada sebuah tempat makan. Saat itu Idrus juga terlihat berkomunikasi dengan bebas dengan keluarga kerabat hingga penasehat hukum yang menemui Idrus.

    Teguh mengatakan dari temuan Ombudsman diduga terjadinya maladministrasi tersebut karena adanya pemberian uang kepada pengawal tahanan KPK. Dugaan transaksi itu pun terekam CCTV rumah sakit.

    "Kami punya bukti rekaman CCTV adanya dugaan transaksi oleh pihak Idrus Marham kepada petugas pengawal tahanan KPK," ujar

    Dalam video tersebut tampak satu orang yang diduga ajudan Idrus Marham mendatangi pengawal tahanan KPK Marwan yang bertugas mengawal Idrus Marham.

    Saat itu, pria tersebut mengeluarkan uang dalam pecahan uang Rp 100.000 yang kemudian diterima oleh petugas pengawal tahanan KPK. Ombusdman kemudian menyerahkan kepada KPK untuk menindaklanjuti dugaan transaksi oleh pihak Idrus Marham tersebut. "Kami serahkan ke KPK," ujar Teguh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.