Anggap Karier Politik Game Over, Ahok Sebut Dua Rencana Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Megawati. twitter.com/basuki_btp

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Megawati. twitter.com/basuki_btp

    TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menyatakan kalau karier politiknya sudah selesai di Republik Indonesia. Dia mengaku tahu diri akan kondisi dan fakta pasca tuduhan penistaan agama dan perceraiannya dengan Veronica Tan.

    "Saya sekarang sudah cacat di republik ini," katanya usai menerima penghargaan Roosseno Award IX-2019 di Roosseno Plaza, Kemang, Jakarta Selatan, Senin, 22 Juli 2019.

    Pernyataan senada sudah pernah disampaikan Ahok sebelumnya dalam video yang diunggahnya saat menjadi narasumber seminar di sebuah gereja di Samarinda, Kalimantan Timur. Video diunggah di akun youtube Panggil Saya BTP, Rabu 17 Juli 2019.

    "Game over saya sudah," kata pria yang kini ingin disapa BTP itu. Dia menilai tidak ada peluang lagi baginya di pemerintahan karena sudah diputus bersalah menghina agama mayoritas di Indonesia.

    Menilai tak bisa lagi terjun ke politik dan menjadi pejabat pemerintahan, apalagi menjadi menteri, Ahok lalu berpikir untuk membuat aplikasi sosial. Tujuannya, menghubungkan publik atau warga yang membutuhkan pertolongan dengan pejabat yang bisa menolong.

    Dia terdorong mewujudkannya karena mengaku masih mendapat banyak surat dari masyarakat yang ingin meminta bantuan meski dia tak lagi menjadi gubernur. Para pengirim surat meminta bantuan seperti menyelesaikan masalah ijazah yang tidak selesai hingga bantuan kursi roda.

    "Saya ingin mendirikan aplikasi saja, semacam Blibli.com atau Tokopedia," katanya dalam video.

    Jika kedua aplikasi e-commerce itu menghubungkan pedagang dan pembeli, maka Ahok ingin aplikasinya menghubungkan orang yang butuh bantuan dengan pemberi bantuan dan pejabat. Untuk itu, ia berencana mendirikan aplikasi lewat kerja sama dengan partai politik. Sehingga nantinya, bantuan yang dibutuhkan warga bisa langsung diberi tahu kepada pemberi sumbangan atau pejabat seperti anggota DPRD.

    Dia merinci, sistem ini akan memantau pejabat yang memiliki cukup uang, namun tidak mau menyumbang kepada warga yang membutuhkan. Dia mencontohkan, pengguna aplikasi bisa melapor Megawati Soekarnoputri untuk kerja sama aplikasi dengan PDIP.

    Di acara Roosseno Award, Ahok mengungkap rencananya selain membuat aplikasi itu. Dia mengatakan tertarik menjadi pembawa acara. "Jadi host, ya ngelawak lah, aku nyanyi agak lumayan kok sekarang," ujar Ahok sembari tersenyum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?