Truk Tanah Terguling, Ini Kalimat Terakhir Fatimah

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk tanah terguling menimpa minibus Daihatsu Sigra di Karawaci, Kota Tangerang, Kamis pagi 1 Agustus 2019. Polisi setempat menyebut empat orang tewas dan hanya seorang balita selamat. FOTO: ISTIMEWA

    Truk tanah terguling menimpa minibus Daihatsu Sigra di Karawaci, Kota Tangerang, Kamis pagi 1 Agustus 2019. Polisi setempat menyebut empat orang tewas dan hanya seorang balita selamat. FOTO: ISTIMEWA

    TEMPO.CO.Tangerang - Aisyah, bayi 11 bulan itu kini piatu. Ibunya Fatimah alias Ifat (40) tewas dalam kecelakaan maut setelah sebuah truk tanah terguling menimpa kendaraan yang dia tumpangi di Jalan Imam Bonjol, Cibodasari, Tangerang Kamis pagi tadi. 

    Aisyah yang ikut dalam kendaraan Daihatsu Sigra putih itu lolos dari maut setelah Ifat yang kemudian tewas menyelamatkannya. Dengan suara merintih, Ifat mengeluarkan anaknya melalui jendela kiri mobil nahas itu.

    "Ibunya masih hidup dan mengeluarkan anaknya lewat jendela kiri, dia minta agar anaknya diselamatkan," kata Ade, saksi mata yang Tempo temui di lokasi kejadian. "'Tolong selamatkan anak saya, Mas'. Berulang kali ngomong gitu terus."

    Menurut Ade, sesaat setelah kejadian truk tanah Hino terbalik dan menimpa Sigra hingga ringsek, Fatimah masih bergerak, dia meminta tolong. Aisyah yang menderita luka ringan pun ditolong dan dibopong petugas laki-laki. Tangis balita itu pecah disela peristiwa tragis yang kemudian menewaskan ibunya.

    Fatimah tewas tertindih ringsekan mobil, tumpahan tanah dari truk itu menambah pilu evakuasi para korban. Selain Fatimah penumpang lain yang tewas adalah dua adiknya Wandi (22) dan Nanda Saputra (24) serta sopir taksi daring bernama Edi (45).

    Sebelum petugas datang, warga bahu-membahu menggunakan cangkul dan sekop menggali tumpahan tanah yang mengubur mobil Daihatsu Sigra tersebut.

    Suami Fatimah, Riko di rumah duka Cibodasari syok. Dia terlihat amat sedih. Betapa tidak pada Kamis pagi dalam kecelakaan itu merampas tiga nyawa orang yang dikasihi; istrinya dan dua adik ipar.

    Aisyah yang kini piatu diasuh kerabatnya. Bocah mungil itu telah berhenti menangis. Tapi dia tak dapat bertemu ibunya kembali, selamanya. Kini dia akan hidup bersama ayah dan kakak kandungnya yang berusia 6 tahun.

    Ikhwal kepergian Fatimah dan dua adiknya, sejumlah tetangganya mengungkapkan bahwa dia akan berbelanja di Pasar Tanah Abang.

    "Ibu Fatimah itu hendak belanja kain dan pakaian di Pasar Tanah Abang. Dia pedagang di Pasar Malabar Perumnas 1. Dia ajak anak keduanya dan dua adiknya dengan menumpang kendaraan daring," kata Mulyani seorang warga.

    Berkaitan dengan peristiwa truk tanah terbalik menimpa Sigra itu Kepolisian Metropolitan Tangerang Kota masih melakukan penyelidikan.

    "Barang bukti dan sopir truk sudah berada di Komando, dalam pemeriksaan,"kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestro Tangerang Ajun Komisaris Besar Juang.

    Truk tanah Hino nomor polisi B 9927 TYY menempuh perjalanan dari Legok Kabupaten Tangerang melewati Palem Semi menuju kota. Sesampainya di lokasi kejadian hilang kendali. Truk oleng ke kanan (terbalik) hingga jatuh dan menimpa kendaraan Daihatsu Sigra berplat B 1932 COE yang bermuatan lima penumpang. Empat tewas dan seorang bayi selamat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.