DKI Akan Bangun Urban Farming di Setiap Kantor Wali Kota

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Urban Farming Balai Kota sebagai budidaya tanaman secara vertikal melalui hidroponik dengan memanfaatkan lahan sempit di perkotaan, Jumat 2 Agustus 2019. TEMPO /TAUFIQ SIDDIQ

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Urban Farming Balai Kota sebagai budidaya tanaman secara vertikal melalui hidroponik dengan memanfaatkan lahan sempit di perkotaan, Jumat 2 Agustus 2019. TEMPO /TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyatakan bakal mengembangkan urban farming yang sedang digagas di Balai Kota DKI ke setiap kantor wali kota. Kepala Dinas KPKP Darjamuni mengatakan pemerintah telah mulai memperkenalkan konsep bercocok tanam di perkotaan ini lewat Balkot Farm.

    "Pemerintah telah memulainya dengan membuka Balkot Farm untuk memperkenalkan urban farming di Jakarta," kata Darjamuni saat meninjau Balkot Farm, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Darjamuni menuturkan konsep urban farm yang dikembangkan ini memanfaatkan informasi dan teknologi. Selain itu, urban farming yang dikembangkan bisa digunakan untuk lokasi bersantai warga. "Setiap tanaman ada barcode. Jadi tinggal di-scan akan muncul nama jenis tanamannya," kata dia.

    Menurut Darjamuni, konsep urban farming yang dikembangkan didukung oleh Dinas Komunikasi dan Informasi. Pengembangan urban farming di setiap wilayah pun, kata dia, akan dilaksanakan oleh Suku Dinas Kominfo dan KPKP di masing-masing kota/kabupaten di DKI.

    Di Balkot Farm, Darjamuni mengatakan ada terdapat lebih dari 400 tanaman yang terdiri dari 23 jenis sayuran dan 40 jenis tanaman obat keluarga (Toga). "Ini akan membantu penghijauan di ibu kota," ujarnya.

    Lahan urban farming di Balai Kota yang disebut Balkot Farm, Selasa, 6 Agustus 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    Dari pantauan Tempo, sejumlah tanaman di Balkot Farm ditanam dengan metode hidroponik dan konvensional. Area tanam memanfaatkan lahan sisa sekitar 7x15 meter di dalam kawasan Balai Kota DKI.

    Setiap tanaman yang tumbuh di sana, dilengkapi kertas barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui jenisnya. Selain itu, di area Balkot Farm itu terdapat sejumlah tempat bangku panjang dan gubuk bambu berukuran 2x2 meter yang bisa digunakan untuk bersantai.

    Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan akan menggalakkan program urban farming tersebut, terutama di gedung-gedung perusahaan. "Tidak butuh area yang luas, di vertikal pun bisa," ujarnya.

    Atika mengatakan masyarakat bisa menanam bunga, sayuran, hingga tanaman obat-obatan. DKI, kata dia, juga telah menyiapkan referensi tumbuhan yang bisa ditanam oleh masyarakat untuk urban farming.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.