MRT Jakarta Disuntik Rp 230 T di Urban Regeneration, Untuk Apa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan kereta MRT pada hari terakhir periode gratis di Stasiun MRT Blok M, Jakarta, Ahad, 31 Maret 2019. PT MRT Jakarta optimis mampu mengangkut penumpang sebanyak 65 ribu orang per hari saat mulai beroperasi secara komersil. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Warga menggunakan kereta MRT pada hari terakhir periode gratis di Stasiun MRT Blok M, Jakarta, Ahad, 31 Maret 2019. PT MRT Jakarta optimis mampu mengangkut penumpang sebanyak 65 ribu orang per hari saat mulai beroperasi secara komersil. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -PT MRT Jakarta bakal mendapat suntikan dana sekitar Rp 230 triliun dalam pengembangan jaringan MRT dari Rp 517 triliun anggaran Urban Regeneration Jakarta.

    "Dari Rp 517 triliun itu, sekitar Rp 230 triliun untuk MRT," ujar Direktur Utama MRT, Wiliam Sabandar di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu 28 Agustus 2019.

    Wiliam mengatakan angka tersebut baru gambaran besar jumlah dana yang bakal dibutuhkan MRT dalam Urban Regeneration sejauh ini. Jumlah akhirnya masih bisa berubah sesuai dengan rencana pengembangan jaringan MRT nantinya.

    William menyebutkan untuk saat ini rencana pengembangan jaringan MRT Jakarta sudah memasuki Fase Kedua, yaitu memperpanjang rute saat ini hingga ke Depo Kota. Lalu fase ke tiga dari barat hingga timur Jakarta yaitu Kalideres ke Lenteng Agung.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Joko Widod menyatakan bahwa program Urban Regeneration Jakarta akan tetap terus berjalan pasca pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

    Program jangka panjang hingga 2030 itu akan menelan anggaran sebesar Rp 517 triliun.
    "Pak presiden menegaskan komitmen untuk pembangunan Jakarta jalan terus, lalu saya sampaikan agenda urban regenaration," ujarnya di Balai Kota, Selasa 27 Agustus 2019.

    Anies mengatakan program regenartion tersebut meliputi transportasi yaitu dengan perluasan MRT, LRT, bus dan Micro bus. Setelah itu soal perumahan, jangkauan ari bersih dan pengelolaan limbah.

    Anies mengatakan program yang menelan anggaran hingga Rp 517 triliun tersebut akan dibiayai dari APBN, APBD, Investasi dan kerja sama. "Pembicaraan kemarin di kantor Wapres dengan Kemenkue dan Bapenas sudah level teknis," ujarnya. Di dalamnya ada MRT Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.