Polisi Ungkap Penyebab Anjing Bima Aryo Serang PRT

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima sering mengunggah video YouTube mengenai perilaku anjing-anjing peliharaannya. Ia diketahui memiliki 5 ekor anjing yang semuanya memiliki akun Instagram masing-masing. Instagram

    Bima sering mengunggah video YouTube mengenai perilaku anjing-anjing peliharaannya. Ia diketahui memiliki 5 ekor anjing yang semuanya memiliki akun Instagram masing-masing. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Cipayung Jakarta Timur telah memeriksa 6 saksi dalam kasus anjing milik presenter Bima Aryo yang menggigit seorang pembantu rumah tangga (PRT) bernama Yayan hingga tewas. Dari hasil keterangan para saksi, polisi pun mengungkap alasan kenapa anjing bernama Sparta tersebut tiba-tiba bersikap beringas kepada Yayan.

    Kapolsek Cipayung, Komirasis Abdul Rasyid menyatakan anjing milik Aryo itu akan menyerang manusia jika melihat gerakan tiba-tiba dan ada yang menatap matanya secara langsung. Hal terlarang ini diduga dilakukan oleh Yayan hingga ia diserang.

    "Jadi si Yayan ini lagi menyapu di sekitar kandang anjing, kondisi di sana lampunya remang-remang," ujar Kapolsek Cipayung Komisaris Abdul Rasyid kepada Tempo, Sabtu, 7 September 2019.

    Saat melakukan tugasnya, Yayan ditemani oleh seorang pembantu lainnya. Lalu datang Taty Damai, ibunda Bima Aryo, dan menanyakan apakah kedua anjingnya sudah diberi makan atau belum. Sebab, ia ingin membuka pintu kandang dan membiarkan anjingnya bermain di halaman.

    "Dibilang sama mereka sudah, makanya Bu Taty berani buka pintu kandangnya," ujar Rasyid.

    Namun sesaat membuka salah satu pintu kandang, anjing berjenis Belgian Malinois itu malah menerjang Yayan yang masih menyapu. Yayan sempat berteriak meminta tolong, Taty dan seorang pembantu lain segera berusaha melerai serangan itu namun kalah tenaga. Anjing baru bisa dipisahkan dari Yayan setelah Enderstu Aditya, anak Taty, datang membantu.

    Kondisi Yayan saat itu sudah terluka parah. Ia mengalami luka robek karena gigitan di bagian leher dan di antara ketiak dengan payudara serta punggung. Yayan juga mengalami luka cakaran di seluruh perut penuh.

    Perempuan berusia 30 tahun itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Adhyaksa, Jakarta Timur dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati. Namun dalam perjalanan, Yayan dinyatakan sudah meninggal dunia.

    Selain karena gerakan tiba-tiba dan tatapan mata, menurut Rasyid, Sparta menjadi beringas karena Yayan masih belum dia kenal. Dia memang baru sekitar dua pekan bekerja di kediaman keluarga Bima Aryo. Dugaan ini muncul karena saat kejadian PRT lainnya yang berada di lokasi yang sama tak ikut diserang oleh anjing.

    Sampai saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Rasyid menjelaskan masih membutuhkan pendapat ahli untuk menentukan jenis pidana dalam insiden ini.

    Kini, kedua anjing milik Bima Aryo masih dalam proses observasi di Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Timur. Sebab, muncul dugaan anjing itu mengidap rabies hingga menyerang manusia hingga tewas.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.