Tak Ditemukan Rabies, 3 Anjing Bima Aryo Bakal Dipulangkan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima Aryo dan Sparta saat menjadi tamu di sebuah acara yang dipandu Deddy Corbuzier dan Rico Ceper. Kepopuleran anjing-anjing Bima membuatnya sering diundang ke acara televisi. Instagram

    Bima Aryo dan Sparta saat menjadi tamu di sebuah acara yang dipandu Deddy Corbuzier dan Rico Ceper. Kepopuleran anjing-anjing Bima membuatnya sering diundang ke acara televisi. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Kesehatan Hewan (Puskewan) Ragunan Jakarta Selatan tidak menemukan adanya gejala penyakit rabies pada anjing Sparta milik presenter Bima Aryo yang menggigit asisten rumah tangga hingga tewas.

    "Kita melakukan observasi, pengamatan terhadap penyakit rabies, dan hasilnya sampai hari ini tidak menunjukkan gejala rabies," kata Kepala Unit Pelaksana Teknik Puskeswan Ragunan Renova Ida Siahaan di Jakarta, Jumat, 13 September 2019.

    Coretan yang dibuat warga sekitar di rumah Bima Aryo dalam rangka memprotes keberadaan anjing-anjing peliharaannya di Jalan Langgar, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu, 4 September 2019, Tempo/Adam Prireza

    Renova menjelaskan pemeriksaan terhadap dua ekor anjing Malinois, Sparta dan Doby serta satu ekor anjing pudel milik Bima Aryo telah dilakukan sejak 3 September.

    Dikarenakan tidak memiliki gejala penyakit rabies, Renova mengatakan ketiga anjing tersebut dapat dikembalikan kepada pemiliknya.

    Namun, kasus tewasnya ART Yayan pada Jumat (30/8) di kediaman Bima Jalan Langgar RT04 RW04 Nomor 41 Cipayung melibatkan ketiga anjing itu, pihak Puskewan tidak mengembalikan langsung ke sang pemilik, Bima Aryo.

    "Karena (kasus anjing Bima Aryo) ini ada di bawah penanganan Polsek Cipayung Jakarta Timur, kami kembalikan ke Polsek Cipayung Jakarta Timur," kata Renova.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.