Anak Muntah Usai Makan Menu SDN di Koja, Sekolah Tak Berkomentar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak SD. Tempo/Budi Yanto

    Ilustrasi anak SD. Tempo/Budi Yanto

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Sekolah SD Negeri 19 Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Walisa Tri Agustiningsih, tak mau memberikan klarifikasi ihwal makanan sehat dari pihak sekolah yang diduga membuat anak muntah.

    Walisa menyebutkan awak media dapat meminta informasi dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

    "Bukan tidak (mau) konfirmasi. Mereka mengamanatkan saya kalau ada yang bertanya silakan temui langsung ke Dinkes," kata Walisa saat ditemui di kantornya, Jalan Kramat Jaya Raya, Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin, 16 September 2019.

    Sebelumnya, dua anak yang merupakan kaka beradik muntah-muntah dan buang air setelah memakan nasi goreng yang diberikan SDN 19 Tugu Utara. Sang kakak, ZAA, selamat setelah berobat di Puskesmas Kecamatan Koja. Sementara si adik meninggal saat dirawat di RSUD Koja. Pihak rumah sakit tak dapat memastikan apakah meninggal karena keracunan makanan.

    Menurut Walisa, pemerintah DKI telah mengecek dan mengambil data untuk menindaklanjuti kasus makanan yang membuat anak muntah. Pengecekan dilakukan sejak Jumat, 13 September 2019. Tadi pagi, lanjut dia, Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko telah mendatangi sekolah.

    Sigit datang bersama perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, suku dinas terkait, dan camat. Mereka mengikuti upacara pagi hingga makan bersama. Walisa berujar pejabat-pejabat itu meninggalkan sekolah sekitar pukul 09.30 WIB.

    Pihak sekolah, dia melanjutkan, telah memberikan seluruh data kepada Dinas Kesehatan. Data yang dimaksud seperti kronologis kejadian pemberian makanan sehat kepada anak. Karena itu, Walisa ogah memberikan informasi kepada Tempo. Dia menuturkan seluruh guru dan komite jawabannya akan sama, yakni menyerahkan ke Dinas Kesehatan.

    "Nanti saya salah lagi ngomog karena Kadis (Kepala Dinas) sudah minta tindaklanjutnya sudah ada di Dinkes," ujar dia.

    Tempo sudah berupaya menghubungi Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti. Namun, Widyastuti tak merespons pesan Whatsapp dan panggilan telepon. Tempo juga mengirimkan pesan Whatsapp kepada Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Ani Chafifah.

    Ani meminta Tempo untuk meminta penjelasan dari Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fifi Mulyani terkait kasus dua anak muntah tersebut. Fifi juga tak membalas pesan teks dan panggilan telepon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.