Pencari Suaka Balik Lagi ke Kebon Sirih, Anies Mengontak Mensos

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pencari suaka bermain kartu di tempat penampungan sementara di Kalideres, Jakarta Barat, Jumat, 13 September 2019. Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi telah meminta agar International Organization for Migration (IOM) dan UNHCR untuk mencari tempat lain untuk para pencari suaka setelah tanggal 31 Agustus 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah pencari suaka bermain kartu di tempat penampungan sementara di Kalideres, Jakarta Barat, Jumat, 13 September 2019. Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi telah meminta agar International Organization for Migration (IOM) dan UNHCR untuk mencari tempat lain untuk para pencari suaka setelah tanggal 31 Agustus 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera menghubungi Menteri Sosial Agus Gumiwang terkait kembalinya pencari suaka mendirikan tenda-tenda di trotoar depan kantor UNHCR, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

    "Saya akan telepon Pak Mensos. Habis ini telepon," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin 16 September 2019 petang.

    Anies mengatakan sebelumnya Menteri Sosial sudah menyiapkan tempat di kawasan Cilangkap untuk para pencari suaka tersebut. Dia berencana akan menindaklanjutinya tempat tersebut.

    Mantan Mendikbud itu menyebutkan akan berkordinasi dengan pemerintah pusat yang memporses pencari suaka itu. "Saya akan kordinasi dengan pemerintah pusat," ujarnya.

    Puluhan pencari suaka dari berbagai negara seperti asal Afganistan, Somalia, Irak, dan beberapa negara lain kembali ke trotoar Jalan Kebon Sirih. Mereka sebelumnya diungsikan di Gedung eks Kodim Kalideres.

    Pencari suaka tampak mulai ramai pada Sabtu malam, 14 September 2019. Mereka mendirikan tenda dan berdiam di dalamnya. Keberadaan pencari suaka tersebut menyebar hingga di trotoar depan Bank Gamon Kebon Sirih.

    Seorang penjaga keamanan Gedung Ravindo, Sunaryo, mengatakan para pencari suaka dari berbagai negara berdatangan kembali sejak Jumat sore. Dia menghitung ada sekitar 30 orang yang datang pada sore itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.