Kekerasan Seksual di Bekasi, Kakek AR Punya 30 Video Porno

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kakek Alfa Romeo, bukan nama sebenarnya, yang menjadi tersangka kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak SD di Bekasi, Selasa, 17 September 2019. TEMPO/Adi Warsono

    Kakek Alfa Romeo, bukan nama sebenarnya, yang menjadi tersangka kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak SD di Bekasi, Selasa, 17 September 2019. TEMPO/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Bekasi menduga kakek mengaku AR (Alfa Romeo), mengalami gangguan mental dan seksual, sehingga tega melakukan kekerasan seksual kepada anak berusia 11 tahun di rumahnya, Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat.

    "Ini karena ditemukan adanya video porno lebih dari 30 di ponsel terduga pelaku," kata Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan di Bekasi, Selasa, 17 September 2019.

    Kasus kekerasan seksual yang menimpa korban terungkap pada Jumat lalu. Ini bermula dari orang tua korban mendapati keganjilan terhadap perilaku anaknya yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.

    Setelah didesak, rupanya korban pernah mengalami kekerasan seksual pada Maret lalu di parkiran mobil rumahnya ketika sepi.

    Selama lima bulan lebih, korban tak berani mengadu karena diduga mendapat ancaman. Kepada polisi, tersangka mengaku baru sekali melakukan perbuatan bejatnya.

    Aris menambahkan, diduga korban dari kakek Alfa Romeo lebih dari satu orang. Dugaan itu dari hasil hasil observasi, dan penggalian lebih dalam terhadap perkara ini bersama instansi terkait. "Informasi terupdate sudah ada korban baru yang melapor, sekarang masih dalam proses," ucap Aris.

    Untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap anak, lembaganya menghimbau kepada orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi anak-anaknya terutama di lingkungan juga di sekolah.

    "Karena beberapa kejadian kekerasan anak, penculikan, kasus lainnya terutama di Bekasi akibat kurang intensif dan kepekaan masyarakat terhadap ancaman kejahatan terhadap anak," kata Aris terkait kasus kekerasan seksual itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.