Kematian Anggota Paskibra Dibuatkan Taman di Tangerang Selatan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Kakak Aurel di lingkungan kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Selasa 8 Oktober 2019. Taman ini untuk mengenang seorang pelajar yang meninggal di tengah pelatihan tim inti Paskibra pada Agustus lalu. TEMPO/M KURNIANTO.

    Taman Kakak Aurel di lingkungan kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Selasa 8 Oktober 2019. Taman ini untuk mengenang seorang pelajar yang meninggal di tengah pelatihan tim inti Paskibra pada Agustus lalu. TEMPO/M KURNIANTO.

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Pemerintah Kota Tangerang Selatan membuatkan taman untuk mengenang Aurellia Qurratu Aini, anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kota Tangerang Selatan yang meninggal dalam proses seleksi tim inti Paskibra Upacara Bendera HUT RI bulan Agustus lalu. 

    Menurut Wakil Wali Kota Benyamin Davnie, inisiatif Taman Kakak Aurel datang dari Wali Kota Airin Rachmi Diany. Inisiatif lahir setelah pertemuan dengan orang tua Aurel. Taman lalu dibangun di kompleks kantor wali kota.

    "Taman Kakak Aurel ini menjadi simbol ketangguhan seorang anak muda. Ini yang kami persembahkan kepada Aurel, bukan sekadar fisik taman tapi nanti akan kami buat sedikit alur ceritanya," kata Benyamin, Selasa 8 Oktober 2019.

    Alur cerita yang dimaksud masih disiapkan. Termasuk visualisasinya. "Apakah pakai elektronik atau seperti apa, yang jelas ini bentuk Pemkot Tangsel menghargai sosok almarhum sebagai anak muda yang patut dicontoh," ujarnya.

    Benyamin menceritakan kalau awalnya taman akan diresmikan pada 17 Agustus lalu. Tapi ditunda karena belum jadi. Jadwal terbaru adalah saat HUT Kota Tangerang Selatan pada November mendatang. 

    Aurellia Quratu Aini, pelajar SMA Al Azhar BSD, meninggal pada 1 Agustus 2019. Kematiannya sempat diduga tersebab kekerasan dari seniornya saat pendidikan paskibra di Tangerang Selatan. Dasarnya, kisah kepada sang ibu kalau dia ditampar dan dihukum push up. 

    Beberapa hari sebelum kematiannya Aurel jatuh sakit dan divonis kelelahan. Keesokan harinya, dia jatuh di rumahnya dan meninggal. 

    Tak ada laporan dari orang tua ke polisi. Polisi pun menyatakan bahwa mereka tak menemukan cukup bukti untuk menyatakan bahwa kematian Aurellia Quratu Aini disebabkan oleh kekerasan saat mengikuti pelatihan paskibra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.