Kota Bogor Bikin Proyek Trotoar, Sejumlah Warga Merasa Dirugikan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Belasan pengendara roda dua dan empat memarkirkan kendaraannya di badan jalan Suryakencana, Kota Bogor. Akibat pembangunan trotoar di jalur tersebut mereka tidak punya lahan parkir, Ahad, 13 Oktober 2019. Tempo/Mahfuzullah

    Belasan pengendara roda dua dan empat memarkirkan kendaraannya di badan jalan Suryakencana, Kota Bogor. Akibat pembangunan trotoar di jalur tersebut mereka tidak punya lahan parkir, Ahad, 13 Oktober 2019. Tempo/Mahfuzullah

    TEMPO.CO, Bogor -Warga Kota Bogor yang setiap harinya mencari nafkah dan berjualan di jalan Suryakencana, Bogor Tengah, merasakan dampak langsung dari proyek trotoar atau jalur jalan kaki oleh pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

    Bahkan Dinas Perhubungan atau Dishub Kota Bogor pun mengalami penurunan dari retribusi parkir di wilayah tersebut.

    Salah seorang Satpam sebuah perawatan Kulit di kawasan Suryakancana, Endang (40) mengatakan sebelum ada pembangunan pedestrian itu pasien yang datang ke Klinik tempat dia bekerja setiap harinya antri dari siang hingga malam.

    Tapi pasca pembangunan itu sepi sekali karena pengunjung enggan untuk turun di lokasi ini sebab kotor dan tidak ada tempat parkir. "Mereka lebih memilih melaju ke kawasan jalan Siliwangi hingga Sukasari,” tutur Endang kepada TEMPO, Ahad 13 Oktober 2019.

    Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor yang membawahi seksi perparkiran, Doddy Wahyudin, membenarkan bahwa akibat pembangunan trotoar di Jalan Suryakancana tersebut pihaknya juga mengalami penurunan omset yang cukup besar dari pendapatan retribusi parkir. "Betul, kalau ditotalkan bisa mencapai hampir Rp 600 juta,” kata Doddy melalui sambungan telepon.

    Dody menjelaskan penurunan drastis itu karena biasanya pendapatan restribusi parkir di jalan yang disebut wilayah pecinaan Bogor tersebut, perharinya bisa mencapai Rp 5 juta.

    Dody juga menyebut, jalur Suryakencana itu adalah kawasan primadona pendapatan parkir di Kota Bogor. "Tetapi, sejak pembangunan pedestrian itu di kerjakan hampir setiap hari kawasan Primadona parkir itu tidak menghasilkan retribusi,” tambahnya.

    Lurah Babakan Pasar, Rena Da Frina, saat dihubungi mengatakan hal itu sudah sejak jauh hari di sosialisasikan kepada warga dan khususnya para pedagang bahwa proyek itu selama masa pengerjaan memang akan memberikan dampak penurunan omset, bahkan pedagang pun banyak yang direlokasi ke gang Roda.

    "Sebelumnya saya sudah sampaikan itu bahkan akan begini dan begitu. Sekarang pun selama masa proyek berjalan, saya di hari kerja selalu standby di lokasi," ucapnya.

    Rena pun tak menampik selama proses pembangunan pendestrian tersebut berjalan, pasti berdampak pada penurunan omset. Namun dia berharap dan yakin jika pembangunan itu selesai, pengunjung akan lebih banyak datang kesana karena fasilitas dan insfrastrukturnya jauh lebih rapih dan tertata.

    "Semoga di akhir penyelesaian pembangunan ini, dampaknya jauh lebih bermanfaat dan menjadikan penghasilan warga dua kali lipat dari sebelumnya," demikian Rena soal priyek trotoar itu.

    M.A MURTADHO | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.