DKI Akan Revitalisasi TPU Jadi Taman, Dimulai dari Tanah Kusir

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan tradisi ziarah kubur saat Lebaran di TPU Karet Bivak, Jakarta, 6 Juni 2019. Ziarah kubur menjadi tradisi saat Idul Fitri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga melakukan tradisi ziarah kubur saat Lebaran di TPU Karet Bivak, Jakarta, 6 Juni 2019. Ziarah kubur menjadi tradisi saat Idul Fitri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berniat menyulap tempat-tempat pemakaman umum menjadi taman-taman yang bisa dikunjungi warga untuk bisa saling berinteraksi. Revitalisasi TPU akan dilakukan untuk membuang anggapan makam sebagai tempat yang angker atau menyeramkan.

    Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengungkap rencana itu usai mengikuti diskusi 'Taman Kota Sebagai Ruang Ketiga Publik' di Balai Kota DKI, Kamis 17 Oktober 2019.  Dia menuturkan, penataan akan dilakukan terhadap 17 TPU di Jakarta, dimulai dari Tanah Kusir yang dianggapnya telah siap untuk direvitalisasi. 

    "Desainnya nanti seperti taman. Tidak menyeramkan jadinya. Kami akan buat seperti itu," kata Suzi sambil menambahkan, "Pemerintah menargetkan revitalisasi makam menjadi taman hingga 2022."

    Dinas Kehutanan, Suzi menerangkan, juga akan terus memperbaiki pelayanan makam milik pemerintah. Bahkan, pemerintah telah berupaya menyiapkan kebutuhan-kebutuhan dalam proses pemakaman seperti  tenda-kursi gratis.

    Suzi mengimbau warga yang ingin memanfaatkan layanan makam tersebut bisa langsung mencari informasi ke kantor pelayanan di TPU. "Tujuannya agar tidak tertipu calo," ujarnya. "Ada makam yang suka mahal karena biasanya keluarga salah ketemu orang."


  • TPU
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.