Organda Sebut Syarat Bus Zhong Tong Buat Transjakarta, Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus merek Zhong Tong asal Cina beroperasi melayani penumpang Transjakarta rute Blok M - Kota, Rabu 16 Oktober 2019.

    Bus merek Zhong Tong asal Cina beroperasi melayani penumpang Transjakarta rute Blok M - Kota, Rabu 16 Oktober 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta -Organisasi Angkutan Darat DKI Jakarta meminta pemerintah provinsi DKI memastikan keamanan bus Zhong Tong, yang kembali digunakan untuk armada Transjakarta. Menurut Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan, kondisi bus asal Cina tersebut harus dipastikan keamanannya, jika mau dioperasikan.

    "Yang harus dipastikan adalah kodisi fisik kendaraan itu karena sudah lama tidak jalan, harus dipastikan kondisinya baik. Tidak menimbulkan masalah di lapangan," kata Shafruhan saat dihubungi, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Ia menuturkan bus Zhong Tong pernah korslet dan terbakar. Setelah dioperasikan kembali, tim teknisi harus memastikan kendaraan siap dioperasikan. Teknisi pun wajib menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan kendaraan.

    "Istilah kami itu kendaraan harus siap pesta. Kan kalau siap pesta dipakainya bagus, wangi. Kira-kira seperti itu," ujarnya.

    Selain itu, pemerintah juga harus memperhatikan kondisi seluruh komponen bus tersebut. Jika ada salah satu komponen yang bermasalah, kata dia, semestinya bisa dipertanggungjawabkan oleh agen tunggal pemegang merk (ATPM). "Nah yang jadi pertanyaan adalah ATPM Zhong Tong di Indonesia siapa?"

    Selain itu, Transjakarta wajib mencari importir bus tersebut karena ATPM-nya tidak ada. Jadi, jika terjadi permasalahan terhadap bus itu, ada yang bisa mempertanggungjawabkannya. "Yang bertanggung jawab importirnya," ujarnya. "Buat surat pernyataan dan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu harus bertanggung jawab dia. Masa importir lepas tangan."

    Sejak Senin, 14 Oktober 2019, Perum PPD mengoperasikan 21 dari 59 bus Zhong Tong. Bus tersebut merupakan pengadaan tahun 2012-2013 oleh PPD yang memenangkan lelang dari Badan Layanan Umum Daerah Transportasi Jakarta atau PT Transjakarta. 

    Jumlah bus pertama yang datang pada 28 November 2016 sebanyak 29 dan sisanya sebanyak 30 unit masuk Pelabuhan Tanjung Priok pada 20 Maret 2017.

    Pada Agustus 2015, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjabat Gubernur DKI mengaku kapok membeli bus Transjakarta dari merek yang tak jelas. Salah satunya merek Zhong Tong . "Kita nggak mau lagi yang nggak jelas. Misal kamu punya uang, mau beli motor, mau beli merek Ahok apa merek Yamaha? Ya Yamaha dong," kata Ahok di Balai Kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.