Rusunawa Pasar Rumput Bakal Dikelola Pasar Jaya, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja berjalan di lokasi pasar tradisional terintegrasi hunian di Rusun Pasar Rumput Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.  Rusunawa Pasar Rumput terdiri dari tiga tower yang masing-masing mencakup 25 lantai, dengan 1.984 unit hunian bertipe 36 dan 1.314 unit kios. ANTARA/Wahyu Putro A

    Seorang pekerja berjalan di lokasi pasar tradisional terintegrasi hunian di Rusun Pasar Rumput Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Rusunawa Pasar Rumput terdiri dari tiga tower yang masing-masing mencakup 25 lantai, dengan 1.984 unit hunian bertipe 36 dan 1.314 unit kios. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta mengatakan Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa Pasar Rumput bakal dikelola PD Pasar Jaya, setelah diserahterimakan dari pemerintah pusat.

    Kepala Bidang Pembinaan, Penertiban, dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat DKI Jakarta Meli Budiastuti mengatakan Rusunawa tersebut dibangun dengan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di atas lahan milik PD Pasar Jaya.

    Di Rusunawa Pasar Rumput terdapat pasar yang nantinya di kelola PD Pasar Jaya berikut hunian di atasnya. "Pembangunannya November ini sudah 99 persen," kata Meli saat ditemui di kantornya, Selasa, 22 Oktober 2019. "PD Pasar Jaya sudah mendapatkan SK (Gubernur) untuk mengelola rusun itu."

    Rusunawa Pasar Rumput terdiri dari tiga tower yang masing-masing mencakup 25 lantai. Secara keseluruhan terdapat 1.984 unit hunian bertipe 36 dan tersedia pula 1.314 unit kios.

    Ia menuturkan saat ini pasar di lantai dasar Rusunawa telah beroperasi meski belum diserahterimakan. Sebabnya, pemerintah mau melakukan penyelesaian pembangunan hunian vertikal tersebut. "Jadi pedagang yang ada di luar kami sudah masukkan karena sudah mau tahap finishing."

    Sedangkan, untuk unit hunian yang bakal disewakan di Rusunawa Pasar Rumput ditargetkan sudah bisa masuk tahun ini. Bangunan tersebut nantinya akan diserahkan dari Kementerian PUPR ke Pemprov DKI.

    Pemerintah, kata dia, saat ini sedang menyelesaikan dokumen yang menjadi syarat agar rusun tersebut bisa dihuni. Salah satu syaratnya adalah berita acara serah terima (BAST) pengelolaan. "BAST harus ada dulu baru bisa dilakukan penghunian," ujarnya.

    Ia menuturkan pemerintah bakal mengkaji lebih lanjut pengelolaan hunian di Pasar Rumput. Sebab, Rusunawa Pasar Rumput merupakan rusun pertama yang menggabungkan hunian dengan pasar.

    "Rusnawa Pasar Rumput bukan murni hunian, karena di bawahnya ada pasar. Pasar Jaya kan selama ini belum pernah mengelola hunian meskipun sekarang sudah ada SK yang menunjuk Pasar Jaya untuk mengelola hunian dan pasar tersebut," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.