Setiap Bulan RS Polri Terima Lima Jasad Tanpa Identitas

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas rumah sakit berjaga di belakang garis polisi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Garis polisi berada sekitar 100 meter dari ruang mayat. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Seorang petugas rumah sakit berjaga di belakang garis polisi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Garis polisi berada sekitar 100 meter dari ruang mayat. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menerima rata-rata lima jasad tanpa identitas per bulan untuk dilakukan autopsi penyelidikan kasus."Paling banyak lima jasad sebulan. Kita rutin empat sampai tiga bulan sekali melakukan pemakaman massal jasad Mr X (tanpa identitas)," kata Kepala Forensik RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Edy Purnomo di Jakarta, Jumat siang.

    Jasad tersebut berkategori tanpa identitas jika proses penyelidikan polisi gagal mengungkap identitas jenazah. "Bisa sampai lama, tergantung jenazahnya atau kasusnya. Kalau terungkap dan tersangka ada, baru kita makamkan," katanya.

    Biasanya jasad tersebut disimpan dalam lemari pendingin berkapasitas maksimal 150 jasad untuk proses pengawetan selama penyelidikan polisi berlangsung. "Kami rutin empat sampai tiga bulan sekali melakukan pemakaman massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon. Paling sepuluh sampai 15 jasad Mr X yang kita makamkan sekaligus," katanya.
     
    Edy mengatakan jasad tersebut berasal dari korban kejahatan, sakit, hingga orang telantar dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. "Saat masuk ke ruang mayat, jasad tersebut pasti tidak ada identitas, tapi seiring penyelidikan kasus, satu per satu terungkap siapa dia. Nah yang gagal diungkap itu kita sebut Mr X dan dimakamkan massal," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.