Tudingan Rekayasa Kasus Novel, Pelapor Dewi Tanjung Ceritakan Ini

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan dijenguk kerabat saat dirawat di sebuah RS. Laporan medis Novel Baswedan dari Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura, pada 26 Mei 2017 menegaskan ada luka bakar ringan sampai sedang akibat zat kimia pada wajah dan kelopak mata yang telah dirawat. Istimewa

    Penyidik KPK Novel Baswedan dijenguk kerabat saat dirawat di sebuah RS. Laporan medis Novel Baswedan dari Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura, pada 26 Mei 2017 menegaskan ada luka bakar ringan sampai sedang akibat zat kimia pada wajah dan kelopak mata yang telah dirawat. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang saksi yang menolong penyidik KPK, Novel Baswedan setelah disiram air keras membantah tudingan Dewi Tanjung yang menuding adanya rekayasa. Saksi yang merupakan tetangga Novel Baswedan itu adalah Yasri Yudha Yahya.

    Menurut Yasri, bagian tubuh Novel Baswedan yang paling memgenaskan usai disiram air keras jenis asam sulfat atau H2SO4 adalah matanya.

    Dia mengaku melihat langsung kondisi mata itu saat memberi pertolongan pertama kepada Novel Baswedan dengan cara menyiramkan air di tempat wudu masjid Jami Al-Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara saat itu.

    "Matanya itu tidak ada bola hitamnya, semuanya putih," kata dia di Polda Metro Jaya, Ahad, 17 November 2019.

    Warga bernama Yasri Yudha Yahya ditemui awak media usai melaporkan Politikus PDIP Dewi Tanjung atas dugaan pembuatan aduan palsu, Ahad, 17 November 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Yasri menilai, tidak ada orang yang mau merekayasa dengan cara merusak matanya sendiri. Bahkan, hingga akhirnya cacat seperti yang dialami Novel sekarang. Yasri lantas merasa prihatin dengan tuduhan rekayasa dalam peristiwa yang terjadi pada April 2017 lalu itu.

    "Kok masih ada orang yang dengan teganya menyampaikan peristiwa penyiraman itu sebuah rekayasa. Jadi itulah yang menjadi dasar saya untuk melaporkan saudari DT (Dewi Tanjung)," kata Yasri yang mengaku sebagai pelapor kasus penyiraman Novel Baswedan kepada polisi dua tahun lalu.

    Hari ini, Ahad, 17 November 2019, Yasri melaporkan Politikus PDIP Dewi Tanjung atas dugaan pembuatan aduan palsu. Dalam laporan yang terdaftar dengan nomor LP/7408/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum itu, Dewi Tanjung disangkakan dengan Pasal 220 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

    Sebelumnya, Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 6 November lalu. Laporannya terdaftar dengan nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Krimsus. Dia menuding kasus penyiraman air keras Novel Baswedan merupakan rekayasa.

    Beberapa hari sebelumnya, Dewi Tanjung terlebih dahulu menantang Novel untuk membantah tudingannya soal rekayasa penyiraman air keras. Tantangan itu Dewi sampaikan melalui sebuah video yang ia unggah ke akun YouTube-nya pada 28 Oktober 2019.

    Dalam video itu, Dewi Tanjung berujar tak akan percaya dengan kebutaan Novel sampai melihatnya secara langsung. Ia bahkan menuding mata Novel yang terlihat aneh usai tersiram air keras itu adalah efek soft lens. Dia juga mengatakan luka-luka di wajah Novel adalah hasil make up.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.