Jakpro Bangun Hotel di TIM, Seniman Ingatkan Hal Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di depan bioskop XXI Taman Ismail Marzuki (TIM) yang per 19 Agustus 2019 sudah tidak beroperasi lagi, di Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019. Penutupan dan pemberhentian operasional salah satu bioskop milik jaringan 21 Cineplex Group itu selain karena masa kontrak yang sudah tidak diperpanjang lagi oleh Pempov DKI Jakarta juga imbas dari revitalisasi kawasan TIM. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga melintas di depan bioskop XXI Taman Ismail Marzuki (TIM) yang per 19 Agustus 2019 sudah tidak beroperasi lagi, di Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019. Penutupan dan pemberhentian operasional salah satu bioskop milik jaringan 21 Cineplex Group itu selain karena masa kontrak yang sudah tidak diperpanjang lagi oleh Pempov DKI Jakarta juga imbas dari revitalisasi kawasan TIM. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Seniman bernama Arie Batubara menegaskan tidak boleh ada bangunan komersial di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Bangunan komersial seperti hotel akan menghilangkan fungsi TIM sebagai pusat seni (art center).

    "Kehadiran kawasan komersial akan dengan sendirinya mendegradasi atau mengeliminasi fungsi sebagai pusat kesenian," kata Arie saat dihubungi, Senin, 25 November 2019.

    Menurut dia, seharusnya tidak ada aktivitas komersialisasi di kawasan pusat kesenian. Jika ada, Arie melanjutkan, komersialisasi merupakan dampak dari pertunjukan seni dan bukan tujuan utama.

    Arie menjelaskan yang dimaksud pusat kesenian bahwa TIM berfungsi sebagai laboratorium seniman untuk berkarya. Pusat kesenian itu juga menjadi etalase menampilkan karya terbaik.

    Indikator terakhir, tambah dia, pusat kesenian menjadi barometer atau tolok ukur atas apa yang dipamerkan adalah karya seni terbaik. Atas dasar inilah, Arie mengingatkan, sedari dulu TIM tak didesain sebagai pusat keuntungan (profit center) melainkan art center.

    "Seharusnya mengembalikan sebagai art center yang dalam 25 tahun terakhir tidak seperti itu. Jakpro hanya jualan bangunan, selesai, dia tidak mengurusi kesenian. Saya berkali-kali ketemu ngobrol tapi dia (Jakpro) tidak paham," jelas dia.

    Pemerintah DKI Jakarta kini tengah menggarap proyek revitalisasi TIM. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk mengerjakan proyek yang menelan anggaran Rp 1,8 triliun itu. Pembangunannya ditargetkan rampung akhir 2021.

    Belakangan ini sejumlah pegiat seni menolak rencana pembangunan hotel di Pusat Kesenian Jakarta TIM. Imam Ma'aruf salah satunya. Menurut dia, tidak ada kegentingan untuk membangun hotel di kawasan kawasan pusat kesenian dan kebudayaan itu. "Apa pasalnya (bangun hotel), dikhawatirkan kalau sudah ada hotel bintang lima di sana ada komersialisasi TIM-nya itu," kata Imam saat dihubungi, Ahad, 24 November 2019.

    Imam khawatir pembangunan hotel di kawasan Taman Ismail Marzuki bakal menjauhkan seniman dari lingkungannya. Apalagi, konsep awal desain TIM yang disayembarakan dan dimenangkan Andra Matin tidak ada rencana pembangunan hotel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.