Bahas RAPBD, Anggaran Komputer PAUD Rp 3,6 Miliar Dipertanyakan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Anies Baswedan dan anak PAUD di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu Utara, Selasa, 16 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Anies Baswedan dan anak PAUD di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu Utara, Selasa, 16 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pendidikan DKI mengusulkan anggaran pengadaan 210 unit komputer untuk Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD) sebesar Rp 3,6 miliar. Usul itu dibahas rapat pembahasan RAPBD di Komisi E DPRD DKI, Kamis 5 Desember 2019.

    "Ini ada kegiatan penataan komputer 210 unit dengan anggaran Rp 3,6 Miliar untuk PAUD," ujar anggota Komisi E dari Fraksi PSI Idris Ahmad. 

    Menurut Idris, nilai anggaran tersebut cukup besar untuk PAUD. Dia meminta penjelasan dari dinas terkait tujuan pengadaan komputer tersebut. Termasuk untuk pendistribusiannya nanti. "Ini distribusinya untuk berapa PAUD?" ujarnya.

    Ketua Komisi E Imam Satri juga menilai anggaran tersebut terlalu mahal untuk PAUD. "Ini kalau untuk PAUD harganya sangat tinggi," ujar politikus Gerindra itu.

    Dalam RAPBD 2020, Dinas Pendidikan mengalokasikan anggaran 210 komputer tersebut dengan harga Rp 15,5 juta per unit. Spesifikasi yang dicantumkan adalah berprosesor Intel Core i5, HDMI Port. Menurut Imam, "Ini terlalu canggih untuk PAUD."

    Menanggapinya, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan, Junaidi, menyatakan bahwa pengadaan komputer tersebut untuk kebutuhan administrasi. "Perlu saya sampaikan ini untuk administrasi PAUD, tidak untuk peserta didik," ujarnya.

    Sebelumnya, sejumlah plafon anggaran di Dinas Pendidikan DKI sudah lebih dulu dipertanyakan. Beberapa akhirnya dihapus kembali seperti pengadaan lem aibon sebesar Rp 82 miliar.

     

    CATATAN : Tulisan ini mengalami koreksi pada judul semula "Bahas RAPBD, Anggaran Komputer PAUD Rp 12 Miliar Dipertanyakan", menjadi "Bahas RAPBD, Anggaran Komputer PAUD Rp 3,6 Miliar Dipertanyakan". Perbaikan telah dilakukan pada pukul 15.20, Kamis, 5 Desember 2019.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.