Pelapor Sukmawati Bawa Barang Bukti Video 23 Menit ke Polda Metro

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelapor Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penistaan agama, Irvan Noviandana (baju hitam) ditemui awak media di Polda Metro Jaya para Jumat petang, 6 Desember 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Pelapor Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penistaan agama, Irvan Noviandana (baju hitam) ditemui awak media di Polda Metro Jaya para Jumat petang, 6 Desember 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelapor Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penistaan agama, Irvan Noviandana, memenuhi panggilan pertama penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya. Irvan mengatakan, kehadirannya kali ini membawa barang bukti yang diklaimnya kuat.

    Dia membawa bukti berupa video omongan Sukmawati berdurasi 23 menit. "Selama ini terlapor ngaku videonya diedit, ya kami bawa bukti itu video yang cukup kuat," kata dia.

    Irvan melaporkan Sukmawati pada 18 November lalu karena ucapan yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Soekarno. Laporannya terdaftar dengan nomor LP/7456/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimum. Sukmawati diduga melanggar Pasal 156a Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang penistaan agama.

    Sebelumnya, Sukmawati juga telah dilaporkan dalam kasus serupa oleh anggota Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Ratih Puspa Nusanti ke Polda Metro Jaya pada 15 November 2019.

    Sukmawati telah membantah menista Nabi Muhammad. Dia berujar, ucapan yang membandingkan Muhammad dengan ayahnya itu disampaikan dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia.

    "Saya kan hanya bertanya, konteksnya sama sejarah Indonesia dalam kemerdekaan, masak begitu saja jadi masalah?" ujar Sukmawati kepada Tempo pada Sabtu, 16 November 2019.

    Dia mengatakan bercerita tentang sejarah awal abad ke-20 di mana nasionalisme mulai berkembang di tanah air. Dia mengaku menyampaikan perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan Indonesia. Tujuannya, kata dia, untuk menguji pengetahuan sejarah peserta forum, khususnya kepada generasi muda.

    "Siapa yang berjuang, ya pastinya di abad ke-20 nabi kan sudah gak ada," ujar Sukmawati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.