Polisi: Persekusi Anggota Banser Berawal Saling Senggol di Jalan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan anggota banser GP Ansor demo di depan Balai Kota, Jakarta Pusat menolak kedatangan Felix Siauw, Rabu, 26 Juni 2019. TEMPO/Lani Diana

    Puluhan anggota banser GP Ansor demo di depan Balai Kota, Jakarta Pusat menolak kedatangan Felix Siauw, Rabu, 26 Juni 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan persekusi terhadap dua anggota Banser yang viral di media sosial berawal dari saling senggol di jalan antara korban dan pelaku.

    "Berdasarkan keterangan pelaku, kejadian diawali ketika pelaku berpapasan lalu bersenggolan dengan korban. Kemudian pelaku merasa kesal dan dibuntuti. Sampai di TKP kemudian pelaku melakukan intimidasi dan pengancaman," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama, di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis, 12 Desember 2019.

    Bastoni juga menegaskan bahwa pelaku tidak ada kaitannya dengan ormas tertentu. "Pelaku melakukan hal itu sendiri, tidak ada unsur yang lain," ujarnya.

    Menurut Bastoni, pelaku berinisial HA (30 tahun) itu ditangkap pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 WIB. Pelaku ditangkap di daerah Sawangan, Depok, Jawa Barat.

    Seperti diberitakan, dua anggota Banser Depok yang berinisial ES dan WS menjadi korban persekusi oleh orang yang tidak dikenal. Peristiwa itu terjadi ketika dua korban ini sedang berkendara dari arah Pasar Jumat menuju ke arah Depok.

    Kejadian itu terjadi pada Selasa 10 Desember sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Ciputat Raya I Nomor 61, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    Kejadian itu direkam sendiri oleh pelaku. Video tersebut akhirnya viral di media sosial.

    Pascakejadian, dua anggota Banser tersebut kemudian melapor kepada Ketua Banser NU Jakarta Selatan yang kemudian bersama Ketua Banser NU melapor ke Polres jaksel untuk melaporkan kejadian tersebut.

    Polisi kemudian bergerak cepat untuk menangkap pelaku hanya dalam tempo 48 jam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.