Tak Dihadiri Anies, Ini Kesepakatan Forum Kepala Daerah di Bogor

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BAPPENAS Suharso Monoarfa saat giliran berbicara di Forum Borderline Economic Summit di Kabupaten Bogor, Kamis 12 Desember 2019. Bupati Bogor Ade Yasin mengungkap kekecewaannya karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak hadir dan tak mengirim wakilnya. TEMPO/M.A MURTADHO

    Kepala BAPPENAS Suharso Monoarfa saat giliran berbicara di Forum Borderline Economic Summit di Kabupaten Bogor, Kamis 12 Desember 2019. Bupati Bogor Ade Yasin mengungkap kekecewaannya karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak hadir dan tak mengirim wakilnya. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Bogor - Forum pertemuan sebelas kepala daerah di Borderline Economic Summit atau BES 2019, menghasilkan lima kesepakatan yang ditandatangani bersama. Bupati Bogor Ade Yasin sebagai tuan rumah mengatakan bahwa kesepakatan itu dibuat bersama 11 kepala daerah lainnya untuk mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan langkah pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

    "Beberapa hal yang kami sepakati itu kami sebut dengan nama Protokol Bogor," kata Ade memberikan keterangan seusai acara di Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis, 12 Desember 2019.

    Adapun lima kesepakatan 'Protokol Bogor' itu adalah yang pertama, mendukung agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 atau The 2030 Agenda for Sustainable Development Goals atau SDGs, untuk perubahan ke arah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia, kesetaraan pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.

    Kedua adalah mendukung empat pilar SDGs, yakni pembangunan sosial, pembangunan ekonomi dan pembangunan lingkungan. "Juga pembangunan hukum serta tata kelola," kata Ade.

    Kesepakatan ketiga, kata Ade, adalah mewujudkan Panca Karya Presiden Joko Widodo, yaitu pembangunan SDM, infrastruktur, penyederhanaan birokrasi dan regulasi serta transformasi ekonomi untuk menuju Indonesia Maju dan Indonesia menjadi empat besar ekonomi terkuat dunia pada 2045.

    Keempat, berkomitmen untuk bersama-sama membangun infrastruktur yang menyambungkan kawasan perbatasan sehingga saling terkoneksi untuk mendukung pengembangan kawasan industri kecil, kawasan ekonomi dan kawasan pariwisata. "Dan tentunya kawasan pertanian," kata Ade.

    Lalu kesepakatan kelima yang disepakati dalam BES 2019 adalah menyepakati 8 fokus pembangunan regional lintas wilayah yang mencakup pembangunan infrastruktur, aksesibilitas, transportasi, pelestarian lingkungan, pengembangan pariwisata, peningkatan investasi dan pengembangan industri UMKM. "Itu fokus kita semua," ucap Ade.

    Agenda BES 2019 dihadiri langsung oleh masing-masing kepala daerah juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah pusat, diantaranya Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan tiga Anggota DPR RI Mulyadi, Elly Yasin dan Tommy Kurniawan. Perwakilan dari Jawa Barat diantaranya Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Achmad Ru'yat, serta Anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyu Wijaya dan Cecep Gogom.

    Dalam forum ini, Ade Yasin sempat menyoroti soal ketidakhadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ade kecewa atas ketidakhadiran Anies, sebab ia menyebut apa yang dihasilkan BES 2019 akan berdampak langsung ke DKI. "Padahal kami sudah undang," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?