Papan Reklame Timpa Pengendara Motor, Polisi: Besi Sudah Keropos

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas Dinas Bina Marga memotong bagian papan reklame yang roboh di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Ahad, 1 Desember 2019. Reklame roboh yang melintang di jalan raya tersebut mengakibatkan kemacetan di kawasan tersebut. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah petugas Dinas Bina Marga memotong bagian papan reklame yang roboh di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Ahad, 1 Desember 2019. Reklame roboh yang melintang di jalan raya tersebut mengakibatkan kemacetan di kawasan tersebut. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Cengkareng Jakarta Barat mengungkap penyebab robohnya papan reklame di Jalan Daan Mogot KM 12 Cengkareng yang menimpa pengendara motor adalah akibat rangka yang sudah keropos.

    "Sesuai dengan fakta yang ada, besinya keropos," kata Kepala Polsek Cengkareng Komisaris Khoiri di Jakarta, Sabtu, 28 Desember 2019.

    Menurut Khoiri, berlrdasarkan laporan warga di sekitar lokasi, kondisi reklame tersebut memang sudah keropos. Hal itu pun sudah dilaporkan ke pihak terkait namun tak ada tindak lanjut sampai akhirnya roboh

    "Hasil keterangan saksi dan olah TKP ini mohon maaf sangat kami sayangkan bahwa dua atau tiga bulan lalu ini sudah ada laporan, baik dari tukang ojek yang sering mangkal disini suka goyang dan ada tanda keropos reklamenya dan sudah dilaporkan tapi tidak ada tindak lanjutnya," kata Khoiri.

    Akibat robohnya papan reklame tersebut, seorang sopir ojek online tewas. Korban tertimpa papan reklame berukuran 7x5 meter yang roboh saat hujan deras turun di sekitar lokasi. "Korban atas nama Rusinto (49) warga Jatisampurna, Kota Bekasi," kata Kepala Damkar Sektor Cengkareng, Daryana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.