Dua Penyerang Novel Baswedan Terancam Pasal Penganiayaan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan digelandang menuju mobil tahanan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 28 Desember 2019. Polisi menangkap kedua pelaku berinisial RM dan RB pada Kamis malam, 26 Desember 2019 di Depok.TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan digelandang menuju mobil tahanan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 28 Desember 2019. Polisi menangkap kedua pelaku berinisial RM dan RB pada Kamis malam, 26 Desember 2019 di Depok.TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tersangka penyiram air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, RM dan RB, terancam dengan pasal penganiayaan. Mereka disangkakan pasal menganiaya seseorang hingga mengakibatkan luka berat.

    "Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (2) KUHP," bunyi surat penetapan tersangka dari Polda Metro Jaya yang Tempo dapatkan hari ini, Rabu, 1 Januari 2020.

    Dalam Pasal 170 ayat 2 KUHP, kedua tersangka dapat dipenjara paling lama sembilan tahun jika terbukti melakukan kekerasan terhadap Novel sehingga mengakibatkan luka berat. Sedangkan dalam Pasal 351 ayat 2 KUHP, jika penganiayaan mengakibatkan luka berat maka ancaman hukumannya adalah lima tahun.

    Sampai saat ini, proses pemeriksaan kepada RM dan RB masih dilakukan penyidik. Belum diketahui kapan berkas keduanya akan rampung dan akan disidangkan.

    RM dan RB sebelumnya ditangkap polisi pada Kamis malam, 26 Desember 2019 di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

    Polisi menyebut mereka sebagai pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan pada 11 April 2017. Aksi itu mereka lakukan usai Novel menunaikan salat Subuh di Masjid Al-Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara dekat rumahnya. Kasus ini sempat bergulir selama dua tahun setengah tanpa ada tersangka yang ditetapkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.