Cerita Siswa-siswi SDN 01 Pasar Baru Curhat Soal Banjir Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa melintasi meja dan kursi yang rusak akibat diterjang banjir di SMA Negeri 8 Jakarta, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin 6 Januari 2020. Aktivitas sekolah berlangsung seperti biasa masuk pukul 07.30- 15.00 WIB.TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Sejumlah siswa melintasi meja dan kursi yang rusak akibat diterjang banjir di SMA Negeri 8 Jakarta, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin 6 Januari 2020. Aktivitas sekolah berlangsung seperti biasa masuk pukul 07.30- 15.00 WIB.TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta -Selain memulai sekolah hari pertama, para siswa yang datang ke sekolah masing- masing bertukar cerita tentang libur sekolahnya, termasuk musibah banjir Jakarta awal tahun, sembari tunggu waktu masuk ke kelas.

    Contohnya seperti para siswa SDN 01 Pasar Baru yang saling curhat karena banjir Jakarta yang mereka alami pada saat libur pergantian tahun.

    "Aku kan rumahnya di Lautze, itu sepinggang banjirnya. Waktu banjir aku langsung ngamanin baju sama buku- buku pelajaran aku," kata seorang siswi, sebut saja Rina, yang merupakan murid kelas 4 di SDN 01 Pasar Baru, Senin.

    Rina sambil tertawa ringan menceritakan dirinya lantas terpikir kondisi sekolahnya yang dekat dengan rumahnya itu pada saat banjir melanda.

    "Aku langsung kepikiran, gimana ya nanti sekolah banjir ga tuh. Nanti harus bersih- bersih dong kalau banjir," kata dia.

    Murid lainnya juga menceritakan pengalaman banjirnya selama libur yang mengharuskan tubuhnya yang mungil berpacu dengan aliran banjir dan berusaha menyelamatkan barang- barang sekolahnya pada jam 05.00 WIB dini hari.

    "Itu kan tiba- tiba tinggi airnya. Aku langsung lompat dari kasur. Ibu langsung selametin seragam. Aku langsung ambil buku- buku," celoteh Nova.

    Lalu murid lainnya menceritakan hal berbeda, ia menceritakan teman sekelasnya yang harus kehilangan rumah karena banjir.

    "Ropih lebih kasihan tapi. Rumahnya kebakar. Ilang udah semua, rapor, baju sekolah, buku. Hilang gak nyisa," kata Tasya dengan prihatin.

    Tasya bahkan menceritakan, rumah temannya itu terbakar akibat menggunakan lilin sebagai penerangan karena tidak ada aliran listrik pada saat banjir di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. "Pokoknya aku mau bantu Ropih, ngasih tas kali ya?" kata Tasya.

    Para siswa tersebut asik dengan ceritanya, meski begitu mereka tidak lupa dengan tugasnya untuk belajar di sekolah dengan kondisi yang sehat dan nyaman.

    "Kalau di sekolah nanti ada banjir lagi, kita harus ikut bersih- bersih ya. Biar ga ada kuman, ga ada nyamuk. Aku kan mau belajar biar nyaman," ajak Rina kepada teman- temannya.

    SDN 01 Pasar Baru merupakan salah satu sekolah yang terendam banjir pada Kamis 2 Januari 2020 akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Jakarta selama 19 jam. Pada saat banjir Jakarta tercatat 12 ruangan terendam setinggi 10 centimeter dan surut pada Jumat, 3 Januari 2020.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.