Dinas Kesehatan: Gangguan Sendi Sergap Korban Banjir di Jaktim

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa melintasi meja dan kursi yang rusak akibat diterjang banjir di SMA Negeri 8 Jakarta, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin 6 Januari 2020. Aktivitas sekolah berlangsung seperti biasa masuk pukul 07.30- 15.00 WIB.TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Sejumlah siswa melintasi meja dan kursi yang rusak akibat diterjang banjir di SMA Negeri 8 Jakarta, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin 6 Januari 2020. Aktivitas sekolah berlangsung seperti biasa masuk pukul 07.30- 15.00 WIB.TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta -Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur mencatat gangguan fungsi sendi mendominasi masalah kesehatan korban banjir di wilayah setempat.

    "Kondisi itu kami ketahui berdasarkan laporan kunjungan posko kesehatan yang kita sebar di wilayah Jakarta Timur," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jaktim, Indra Setiawan di Jakarta, Selasa.

    Sejak posko kesehatan dibuka di 390 RW di Jakarta Timur yang terendam banjir pada Rabu (1/1), hingga saat ini sudah 2.352 warga yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan.

    Jumlah tersebut terdiri atas 722 laki-laki, 1.630 perempuan, balita 156 orang dan lansia 168 orang. "Penyakit terbanyak Muskuloskeletal yang diderita 676 orang," katanya.

    Muskuloskeletal adalah suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

    "Mayoritas diakibatkan karena korban banjir terlalu memforsir stamina selama banjir," katanya.

    Penyakit korban banjir selanjutnya adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) sebanyak 590 orang, dan penyakit kulit 168 orang. "Sisanya rata-rata demam," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.