Lihat Jalan Ambles, Wali Kota Tangerang: Ngeri, Jalan Menggantung

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan berlubang sedalam 2,5 meter di Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, Foto istimewa

    Jalan berlubang sedalam 2,5 meter di Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, Foto istimewa

    TEMPO.CO, Tangerang - Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah merasa ngeri ketika mengecek langsung jalan ambles di Jalan Daan Mogot, Ahad pagi, 12 Januari 2020. Jalan Daan Mogot yang ambles itu menimbulkan lubang menganga lebih kurang berdiameter 3 meter dan sedalam 2,5 meter.

    Datang ke lokasi pukul 8.00, Arief langsung menuruni tangga kayu ke dalam lubang di badan jalan itu dan mengecek sendiri kondisi di bawah jalan. Dengan membungkukkan badan Arief memeriksa dengan senter handphone.

    "Ngeri ini mah, jalan harus ditutup. Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Polres Metropolitan Tangerang,"kata Arief kepada Tempo, Ahad pagi.

    Arief mengatakan jalan Daan Mogot merupakan jalan nasional yang berada di Kota Tangerang. Sabtu malam Pemkot sudah berkoordinasi juga dengan balai jalan.

    "Sementara  ini  dibuat marka pengaman. Kondisi jalan menggantung. Harus ditutup semuanya," kata Arief.

    Jalan ambles dan berlubang sedalam 2,5 meter di Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, Foto istimewa

    Di bawah jalan itu rupanya ada pipa besi, wali kota Arief menyebutkan kemungkinan itu adalah pipa PDAM dan pipa PLN. Terlihat air mengalir deras di sela pipa.

    Jalan ambles itu berada di bawah JPO SDN Inpres Tanah Tinggi Kecamatan Tangerang amblas. Kerusakan diketahui warga pada Sabtu 11 Januari 2020 pukul 17.30.

    Saksi mata bernama Zem Istevanus Tenis warga Bekasi pada saat sedang berhenti di bawah JPO  di jalan Daan Mogot Tanah Tinggi. Saksi melihat jalan sudah mulai berlubang. Zem lalu menghubungi Polsek Tangerang dan petugas kepolisian memberikan garis polisi kuning.

    Adapun menurut keterangan Pengawas Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Abdul Basit amblesnya jalan diduga disebabkan curah hujan tinggi. Debit air tinggi membuat cross drainase atau dinding drainase tergerus. "Arus air yang kencang  menyebabkan jalan ambles dan berlubang,"kata Basit.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.