BPBD DKI Sebut Toa Peringatan Banjir Bunyi Saat Siaga 3

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil dan bus Transjakarta terendam banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu 1 Januari 2020. Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta membuat sejumlah wilayah di Ibu Kota terendam banjir.  ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Mobil dan bus Transjakarta terendam banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu 1 Januari 2020. Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta membuat sejumlah wilayah di Ibu Kota terendam banjir. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta akan menambah alat peringatan dini banjir, yaitu Disaster Warning Sistyem (DWS). Rencananya alat tersebut akan dipasang di enam kelurahan dengan anggaran Rp 4,03 miliar.

    "Rp 4,03 milyar untuk DWS sesuai dengan harga yang ada di e-budgeting Pemprov DKI," ujar Kepala Pusat Data dan Komunikasi BPBD DKI, Muhamad Insyaf saat dihubungi, Kamis 16 Januari 2020.

    Insyaf mengatakan DWS tersebut berupa pengeras suara atau toa jarak jauh. Setiap DWS terdiri dari empat pengeras suara yang dipasang di satu tiang mengarah ke empat mata penjuru angin, dengan jarak dengar mencapai hingga 500 meter.

    Insyaf menyebutkan DWS tersebut terkoneksi dengan sistem peringatan dini banjir. Menurut dia, saat tinggi muka air bendungan atau pintu air mencapai siaga 3, DWS secara otomatis akan berbunyi sebagai peringatan banjir kepada warga.

    "Ini (toa) berbunyi saat pintu air siaga 3, bersamaan dengan peringatan dini yang dikirimkan SMS blast dan WhatsApp grup kelurahan-kelurahan," ujarnya.

    Insyaf menambahkan untuk tahun ini DWS akan dibangun di enam kelurahan rawan banjir, yaitu di Bukit Duri, Kebon Baru, Kedaung Kali Angke, Cengkareng Barat, Rawa Terate dan Marunda.

    Sedangkan hingga saat ini Pemerintah DKI Jakarta telah memiliki DWS di 14 titik rawan banjir, yaitu di Ulujami, Petogogan, Cipulir, Pengadegan, Cilandak Timur, Pejaten Timur, Rawa Buaya. Lalu di Kapuk, Kembangan Utara, Kampung Melayu, Bidara Cina, Cawang, Cipinang Melayu, dan Kebon Pala.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.