Demonstrasi Omnibus Law, Polisi Tutup Jalan Depan DPR

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masa buruh berjalan dari kawasan Senayan menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, untuk unjuk ras tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Senin, 20 Januari 2020. TEMPO/EKO WAHYUDI

    Masa buruh berjalan dari kawasan Senayan menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, untuk unjuk ras tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Senin, 20 Januari 2020. TEMPO/EKO WAHYUDI

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Lalu Lintas Polda Metro Jaya menutup Jalan Gatot Subroto yang berada di depan Gedung DPR RI, imbas adanya demonstrasi RUU Omnibus Law di sana. Penutupan membuat arus kendaraan dari arah Semanggi menuju Grogol dialihkan menuju Jalan Gerbang Pemuda. 

    "11:36 Kegiatan penyampaian pendapat di depan Gedung MPR/DPR Jl. Gatot Subroto, sementara Semanggi arah ke Slipi lalin dialihkan ke Jl. Gerbang Pemuda," cuit akun @TMCPoldaMetro hari ini, Senin, 20 Januari 2020. 

    Sementara itu, beberapa kendaraan motor yang terjebak kemacetan akibat demonstrasi sempat ingin menggunakan jalan tol di depan DPR. Mereka masuk melalui jalur Exit Tol Senayan dan membuat kendaraan di tol terhambat. 

    Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, polisi pun menutup jalan tersebut. "Sementara Exit Tol Senayan lalin dialihkan ke Exit Tol Slipi."

    Demo buruh yang terpusat di Ibu Kota itu rencananya diikuti sekitar 30 ribu buruh yang berasal dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Demo ini juga akan dilakukan serentak di 20 provinsi lainnya, antara lain , Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

    Salah satu yang diprotes dalam demo buruh ini adalah soal pekerja tetap bisa digantikan menjadi pekerja kontrak dengan upah yang tidak alami peningkatan. Selain itu, pekerja kontrak tidak akan mendapatkan pesangon bila terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

    Untuk mengamankan jalannya aksi itu, polisi akan mengerahkan sebanyak 6.000 personel gabungan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menerangkan para personel gabungan terdiri dari TNI-Polri hingga unsur dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti Satpol PP dan Dishub. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.