Ditanya Soal Banjir dan Revitalisasi Monas, Anies: Imlek Dulu

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki melintasi jalan yang tergenang banjir di kawasan Lapangan Monas, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pejalan kaki melintasi jalan yang tergenang banjir di kawasan Lapangan Monas, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ogah menanggapi soal antisipasi banjir dan revitalisasi Monas di musim penghujan. Banjir bahkan sudah masuk ke daerah ring 1 di pintu masuk Monas seberang Istana Negara.

    "Cukup ya, kita Imlek aja dulu," ujar Anies sambil tersenyum ketika dicecar wartawan soal banjir di sela-sela kunjungannya meninjau Perayaan Imlek di Wihara Dharma Bakti, Kawasan Petak Sembilan, Jakarta Barat pada Sabtu dini hari, 25 Januari 2020.

    Anies juga ogah menanggapi polemik revitalisasi Monas yang belakangan hangat dipersoalkan. "Saya ulang sekali lagi, Selamat Tahun Baru Imlek 2571, Gong Di Fat Cai. Kalau soal itu (revitalisasi Monas), Pak Sekda sudah menjelaskan. Cukup ya," ujar Anies sambil berlalu.

    Hingga kini, Kementerian Sekretariat Negara belum memberikan izin kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merevitalisasi Monas. Komisi DPRD DKI sempat meminta agar revitalisasi ini dihentikan sementara. Namun para kontraktor masih terus bekerja.

    Proyek reviltalisasi Monas manjadi sorotan publik lantaran membabat 190 pohon. Polemik kemudian berlanjut dengan alamat kontraktor yang tidak meyakinkan. Menyusul polemik tersebut, Sekretaris Daerah DKI Saefullah menghadap ke Istana.

    "Tadi saya sudah ke Setneg, sekarang kita sedang sampaikan lampiran pengerjaannya," ujar Saefullah di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat 24 Januari 2020.

    Saefullah menyebutkan dalam laporan tersebut akan disampaikan terkait rencana revitalisasi Monas ke depannya.

    DEWI NURITA I TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.