Viral Penumpang Grab Hampir Diculik, Polisi Tunggu Korban Melapor

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang sopir taksi Grab Car menceritakan pengalamannya saat menerima penumpang asal Bangladesh. Sumber: The Straits Times

    Seorang sopir taksi Grab Car menceritakan pengalamannya saat menerima penumpang asal Bangladesh. Sumber: The Straits Times

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan sudah mendengar kabar mengenai penumpang taksi online Grab Car yang diajak berputar-putar oleh sopir. Dalam pengakuannya, korban yang berinisial T mengatakan hampir diculik oleh pelaku.

    Yusri mengatakan sudah berkoordinasi dengan korban dan menunggu laporan resmi agar bisa segera memulai penyelidikan dan mencari unsur pidana dalam kejadian itu. "Sudah ada koordinasi dengan kami. Katanya dia mau datang sore ini buat melapor," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Senin, 10 Februari 2020.

    Pengalaman hampir diculik itu korban T alami pada Sabtu siang, 8 Februari 2020, saat akan berkunjung ke ICE BSD, Tangerang dari rumah kosnya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan menggunakan taksi online yang ia tumpangi sendiri. 

    "Jalan dari kosan ke arah kantor gua tuh harusnya putar balik dan dia malah lurus," tulis T dalam instastory-nya yang kemudian viral di media sosial. Dia sudah mengizinkan Tempo mengutip instastory-nya. 

    Tian mengatakan hal ini menjadi awal kecurigaannya terhadap sopir taksi online itu. Dia lalu mencoba memberi tahu supir bahwa jalan menuju kantornya itu salah, namun sang sopir ngotot lewat jalan tersebut dengan alasan mengikuti panduan Google Maps. "Oke gua ngalah, karena masa iya sih aneh-aneh masih siang begini," tulisnya.

    Namun, kecurigaan Tian makin bertambah saat mendengar sang sopir berbicara berbisik kepada seseorang melalui walkie-talkie. Dalam pembicaraan itu, sang sopir mengatakan "Poin 1 masuk, masuk 1." 

    Tian makin khawatir saat mobil justru membawanya makin jauh dari ICE BSD dan memasuki tol menuju Merak, Banten. Ia pun segera meminta supir memutar balik tapi sopir ngotot lewat jalur tersebut dengan alasan mengikuti tol. "Iya ke sana kok (ICE BSD), ini ngikutin mapnya," tulis Tian menirukan ucapan sang supir.

    Di tengah kepanikannya, Tian kemudian memberi kabar ke pacarnya soal gerak gerik mencurigakan sopir. Ia kemudian menelepon layanan Grab Center melalui panic button di aplikasi. 

    Dengan suara yang diperkeras, Tian bercerita kepada operator bahwa sedang menjadi percobaan penculikan oleh sopir. Operator kemudian mengatakan telah melacak keberadaan Tian dan akan segera mengirimkan bantuan terdekat. Mendengar hal itu, pelaku panik dan segera menurunkannya di pinggir jalan Tol Merak. 

    Tak lama setelah itu Satgas Grab datang ke lokasi Tian diturunkan oleh pelaku. "Gua nangis-nangis di jalan tol nyari jalan raya," tulisnya. Atas kejadian ini, Tian mengaku mengalami shock. Ia juga membagikan foto pelaku di aplikasi Grab yang bernama Muhammad Imam Sohibi dengan nomor pelat mobil B 2601 BKV. 

    Hingga berita ini ditulis, pihak Grab belum memberikan keterangan lebih lanjut ihwal kejadian ini. Melalui laman Twitter resminya, @GrabID, mereka memastikan sudah menindaklanjuti mitra mereka tersebut.  "Terimakasih atas perhatian penuhnya terhadap peristiwa ini. Hal ini sudah ditangani & mitra pengemudi sudah kami tindaklanjuti," cuit akun Grab hari ini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.