Karen Idol Mau Bikin Petisi untuk Perlindungan Ibu dan Anak

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karen Pooroe 'Idol' (kiri) ditemui awak media usai menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis, 13 Februari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Karen Pooroe 'Idol' (kiri) ditemui awak media usai menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis, 13 Februari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta -Karen Idol, nama terkenal dari Karen Pooroe, mengungkapkan keinginannya membuat petisi guna mengajak siapa pun untuk mendorong perbaikan perlindungan hukum bagi ibu dan anak.

    Keinginan itu disampaikan Karen Idol berdasarkan pengalaman pribadinya yang mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT dan kehilangan buah hati yang meninggal dunia.

    "Saya mohon kepada yang berwenang di pemerintahan untuk mempertajam hukum dan perlindungan ibu dan anak jangan sampai ada karen dan Zefania yang lain," kata Karen kepada awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 13 Februari 2020. Zefania adalah putri Karen yang meninggal Jumat pekan lalu.

    Karen mengaku bahwa dirinya tidak mengerti fungsi berbagai lembaga perlindungan anak seperti KPAI, LPAI atau Komnas Anak. Dia tidak mengerti siapa yang harus bertindak jika seorang istri mengalami KDRT sepertinya. Dia juga menyayangkan rumitnya proses birokrasi dan administrasi di tingkat Kepolisian.

    "Saya di KDRT, saya sudah membawa bukti ke polisi ada birokrasi, a, b, c, d, e, f, g. Ada panggilan satu, dua, tiga, sementara anak ada di tangan seorang ayah yang sudah saya jelaskan. Misalnya, saya sudah dipukulin loh, kalau ini terjadi sama anak saya, saya sudah bilang. Kalau ini sampai merenggang nyawa anak saya bagaimana?," kata jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol itu.

    Karen merasa bahwa penegak hukum diminta cepat merespon dan menindak."Jadi dipertajam hukumnya. Misalnya kayak orang kecelakaan di luar negeri itu ada 911, dalam hitungan menit bisa langsung diangkut," kata dia.

    Karen juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah enam bulan tidak diizinkan sang suami, Arya Satria Claproth bertemu anaknya, Zefania Carina. Hingga pada akhirnya, ia mendapati kabar bahwa putrinya yang berumur enam tahun meninggal dunia karena diduga jatuh dari lantai enam apartemen. Saat peristiwa nahas itu terjadi, Zefania sedang bersama ayahnya.

    "Saya gak tahu, siapa yang merawat anak saya ketika Arya pergi, keluarganya juga memblok nomor saya," kata dia.

    Karen dan Arya saat ini memang sedang berproses cerai. Sebab pasti dari kematian Zefania juga masih dalam tahap penyelidikan Polres Metro Jakarta Selatan. Hingga saat ini, belum ada tersangka yang ditetapkan oleh Kepolisian. Karen telah mengizinkan polisi untuk melakukan otopsi terhadap jenazah anaknya.

    Putri Karen Idol, Zefania Carina meninggal dunia pada Jumat, 7 Februari 2020. Perempuan berumur enam tahun itu diduga jatuh dari balkon lantai enam apartemen Aspen di Jalan RS Fatmawati, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Belakangan, apartemen itu diketahui merupakan milik dari artis Marshanda.

    Catatan Redaksi:
    Judul artikel ini telah diubah pada Jumat, 14 Februari 2020 pukul 11.45 untuk perbaikan akurasi berita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.